wiranto
Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto. (foto: google images)

JAKARTA, harianpijar.com – Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto mengatakan Indonesia akan membantu Myanmar menanggulangi terorisme.

Menurut Wiranto, caranya dengan membagi ilmu dan pengalaman yang pernah ada. “Kita ingin memberikan ilmu, pengalaman, dan sumbang pikiran pada Myanmar, jangan sampai jadi basis baru teroris di sana,” kata Wiranto saat dikonfirmasi di Hotel Bidakara, Jakarta, Rabu, 7 Februari 2018 kemarin.

Lebih lanjut, Wiranto juga menjelaskan, ada kekhawatiran dari pemerintah Myanmar, akan adanya anggota kelompok radikal Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) yang masuk ke Myanmar dengan memanfaatkan momen pemulangan pengungsi Rohingya dari Bangladesh.

Karena itu, dengan terus melemahnya kekuatan ISIS di Filipina, upaya mereka masuk ke Asia Tenggara dengan memanfaatkan ‘celah lain’ sangat mungkin terjadi. Bahkan, indikasi tersebut membuat pemerintah Myanmar menyiapkan langkah-langkah antisipasi serta meningkatkan kewaspadaan mengenai adanya kemungkinan munculnya ISIS.

Selanjutnya, salah satu langkah antisipasinya adalah dengan belajar dari Indonesia. Bahkan, dirinya mengatakan Indonesia sudah berkali-kali berhasil melakukan koordinasi dan kerja sama dalam penanggulangan terorisme dengan negara lain.

“Tidak mungkin bisa hanya satu negara untuk menangani terorisme, harus bersama-sama. Ini penting karena teroris tidak mengenal batas negara, tidak mengenal regulasi negara, dan tidak memilih korbannya,” jelas Wiranto.

Selain itu, Wiranto juga menegaskan, kemungkinan bulan ini akan dikirim tim dari militer Myanmar. Mereka meminta saran tentang bagaimana cara menangani masalah terorisme.

SUMBERRepublika
BAGIKAN
BERITA PILIHAN SPONSOR