slamet-maarif
Juru bicara Front Pembela Islam (FPI) Slamet Maarif.

JAKARTA, harianpijar.com – Juru bicara Front Pembela Islam (FPI) Slamet Maarif membantah tudingan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto, ada anggotanya yang merupakan anak anggota Partai Komunis Indonesia (PKI).

Hal tersebut disampaikan  Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), saat bersaksi di persidangan terdakwan Alfian Tanjung, hari ini Rabu 7 Februari 2018.

Menurut Slamet Maarif, pernyataan Hasto Kristiyanto dalam persidangan itu tak lebih dari fitnah.

“Enggak ada, itu fitnah,” kata Slamet Maaarif melaui pesan singkatnya, Rabu 7 Februari 2018.

Lebih lanjut, ditegaskan Slamet Maarif, dirinya meminta Hasto Kristiyanto untuk membuktikan tudingan tersebut. Bahkan, dirinya juga menyebut Hasto Kristiyanto dan PDIP ‘maling teriak maling’ terkait masalah PKI ini.

“Suruh buktikan dia. Maling teriak maling jangan-jangan,” tegas Slamet Maarif yang juga Ketua Persaudaraan Alumni 212 itu.

Seperti diberitakan, Hasto Kristiyanto menjadi saksi sidang terdakwa Alfian Tanjung dalam kasus dugaan pencemaran nama baik terkait pernyataanya bahwa 85 persen anggota PDIP adalah PKI.

Sementara, dalam sidang Hasto Kristiyanto mengaku bahwa Rizieq Shihab pernah mengatakan banyak anggota FPI yang merupakan anak dari anggota PKI.

“Sama dengan ketika saya bertemu dengan Habib Rizieq di Megamendung, beliau juga mengatakan, banyak anak PKI yang juga ada di FPI, beliau mengatakan, jadi sama. Tetapi dia bukan (berati anggota) PKI,” kata Hasto Kristiyanto saat bersaksi di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, siang tadi.

Selain itu, Hasto Kristiyanto menyinggung nama Rizieq Shihab saat menjawab pertanyaan tim penasihat hukum Alfian Tanjung yang menyinggung anggota DPR yang juga kader PDIP Ribka Tjiptaning mengaku sebagai anak PKI.

Sementara, dikatakan Hasto Kristiyanto, dirinya menyebut pertanyaan yang diajukan penasihat hukum Alfian Tanjung, soal Ribka Tjiptaning tak terkait materi perkara.

Sedangkan, menurut Hasto Kristiyanto, buku yang pernah ditulis Ribka Tjiptaning berjudul ‘Aku Bangga jadi Anak PKI’, hanya menyatakan bahwa anak PKI masuk ke PDIP, bukan untuk menyebarkan ideologi PKI atau komunisme.

“Saya luruskan yang mulia, bahwa dalam buku tersebut, anak PKI masuk, tapi bukan saya PKI, bukan menyebarkan saya PKI, tapi adalah anak PKI masuk,” tandas Hasto Kristiyanto.

loading...