maqdir-ismail
Ketua Tim Kuasa Hukum Setya Novanto Maqdir Ismail.

JAKARTA, harianpijar.com – Ketua Tim Kuasa Hukum Setya Novanto, Maqdir Ismail menyayangkan sikap mantan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang melaporkan koleganya Firman Wijaya ke Bareskrim Mabes Polri.

Menurut Maqdir Ismail, seharusnya Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengadu ke dewan kode etik profesi advokat.

“Saya kira seyogyanya lapor polisi itu kan hak warga negara. Jadi, saya kira enggak ada masalah,” kata Maqdir Ismail saat dihubungi, Rabu, 7 Februari 2018.

Lebih lanjut, ditegaskan Maqdir Ismail, sikap Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang langsung memperkarakan pernyataan Firman Wijaya dinilai tak menghormati profesi advokat. Karena, hal ini menghilangkan hak Firman Wijaya sebagi advokat untuk mengklarifikasi pernyataannya kepada dewan kode etik.

“Betul atau tidak Pak Firman itu melanggar kode etik. Betul atau tidak Pak Firman itu menjalankan kewajibannya sebagai seorang advokat, betul atau tidak ada intensi Pak Firman menghina Pak SBY. Ini penting, organisasi dan kehormatan profesi harus dihormati oleh semua orang,” tegas Maqdir Ismail.

Selain itu, Maqdir Ismail juga menjelaskan, laporan Susilo bambang Yudhoyono (SBY) sama sekali tak mempengaruhi penanganan perkara e-KTP. Bahkan, laporan SBY tidak memiliki urgensi sama sekali.

“Cuma yang jadi persoalan dengan kita urgensinya apa terhadap penanganan perkara,” jelas Maqdir Ismail.

Sementara, Susilo bambang Yudhoyono (SBY) resmi melaporkan kuasa hukum Setya Novanto, Firman Wijaya, kemarin. Bahkan, SBY menilai pernyataan Firman Wijaya yang mengaitkan dirinya dalam kasus korupsi e-KTP sebagai fitnah.

Sedangkan, kuasa hukum Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Ferdinand Hutahaean, menilai pernyataan Firman Wijaya di luar persidangan soal kesaksian mantan politikus Partai Demokrat Mirwan Amir telah menggiring opini. Padahal, menurutnya Mirwan Amir tidak berkata demikian di persidangan.

“Mirwan Amir tak pernah bilang tokoh besar, orang besar, dan intervensi. Tak ada itu di persidangan. Tetapi kemudian Firman Wijaya di media bilang ada tokoh besar, orang besar, dan mengaitkannya dengan pemenang Pemilu 2009. Kami menilai itu arahnya ke Pak SBY. Ini yang kita nilai pencemaran nama baik dan fitnah,” kata Ferdinand Hutahaean.

loading...