Sekjen PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto.

JAKARTA, harianpijar.com – Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto menjawab tudingan partainya bekerjasama dengan Partai Komunis negara lain. Lain itu, partainya memiliki sikap politik luar negeri yang bebas aktif.

Menurut Hasto Kristiyanto, PDI Perjuangan tidak mengadakan kerjasama dengan Partai Komunis Tiongkok (PKT) atau partai lainnya yang mengusung ideologi komunisme.

“Kami bukan menjalin kerjasama. Kami adalah di dalam menjalankan cita-cita politik luar negeri dimana kemerdekaan Indonesia untuk persaudaraan bangsa-bangsa. Maka kami berdialog dengan seluruh partai,” kata Hasto Kristiyanto saat memberikan kesaksiannya di persidangan kasus ujaran kebencian yang menjerat Alfian Tanjung di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat, Rabu 7 Februari 2018.

Lebih lanjut, ditegaskan Hasto Kristiyanto, selama menjalankan politik luar negeri bebas aktif, PDI Perjuangan berdialog dengan semua partai tanpa membedakan suku dan agama.

Bahkan, menurutnya semua partai didatangi, termasuk PKT dan partai mengusung ideologi komunisme sebagai bentuk persahabatan. Hal serupa juga dilakukan sejumlah partai di Indonesia.

“Politik luar negeri bebas aktif, dialog semua bangsa tanpa membedakan suku dan agama. Partai menjalankan politik luar negeri. Tidak hanya PDI Perjuangan seluruh partai di Republik Indonesia itu juga melakukan pertemuan,” tegas Hasto Kristiyanto.

Selain itu, Hasto Kristiyanto juga menjelaskan, politik luar negeri bebas aktif yang dilakukan hanya sebatas pertemuan dan tidak melakukan kaderisasi termasuk bekerjasama dengan ideologi komunisme.

Selanjutnya, juga dikatakan Hasto Kristiyanto, dirinya menyayangkan mengapa partainya saja yang disebut komunis. Seharusnya, partai-partai lainnya juga diperlakukan sama.

loading...