Gubernur Jambi Zumi Zola dan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo.

JAKARTA, harianpijar.com – Meski pun sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Gubernur Jambi Zumi Zola masih bebas wara-wiri sebagai kepala daerah.

Lain itu, Zumi Zola bahkan hari ini Rabu 7 Februari 2018 masih bisa rapat dan duduk bersebelahan dengan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo.

Sementara, rapat tersebut diikuti oleh gubernur se-Indonesia yang diselenggarakan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) yang menggelar rapat kerja gubernur di Hotel Bidakara, Jakarta. Sedangkan, Gubernur Jambi Zumi Zola ditetapkan sebagai tersangka penerimaan gratifikasi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Selain itu, Gubernur Jambi Zumi Zola tiba di Hotel Bidakara tidak sendirian. Namun, dirinya datang bersama dengan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo dan Zumi Zola masuk ke ruangan rapat kerja.

Seperti diberitakan, Gubernur Jambi Zumi Zola ditetapkan sebagai tersangka karena diduga menerima hadiah sebesar Rp6 miliar dari pengusaha yang mengerjakan sejumlah proyek di Jambi.

Lain itu, kasus yang menjerat Gubernur Jambi Zumi Zola merupakan pengembangan dari kasus dugaan suap terkait pembahasan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Provinsi Jambi tahun 2018 yang menjerat tiga orang bawahannya dan satu anggota DPRD Jambi.

Dalam raker gubenur, selain Zumi Zola hadiri juga Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan. Raker gubernur digelar dalam rangka mengoptimalisasi peran pemerintah daerah dalam penanganan radikalisme, teroris, dan bencana.

Sementara, Direktur Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum Kemendagri Soedarmo dalam sambutannya mengatakan, acara ini untuk mensinergikan pemerintah pusat dengan pemerintah daerah dalam penanganan bencana.

“Rakergub ini mengambil tema optimalisasi peran pemda dalam penanganan radikalisme, teroris, dan bencana. Ada pun tujuan ini adalah untuk mensinergikan antar pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam pencegahan dan penanganan terorisme dan bencana alam,” kata Soedarno.

Selanjutnya, Reker gubernur juga dihadiri Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Jenderal TNI (purn) Wiranto.

SUMBERSuara
BAGIKAN
BERITA PILIHAN SPONSOR