Ibas-4
Edhie Baskoro Yudhoyono (EBY) atau Ibas. (foto: detik/Parastiti Kharisma Putri)

JAKARTA, harianpijar.com – Nama putra bungsu Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Edhie Baskoro Yudhoyono (EBY) alias Ibas, mulai diseret terkait kasus dugaan korupsi proyek pengadaan kartu tanda penduduk berbasis elektronik (e-KTP).

Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) merasa dirinya beserta keluarga difitnah, termasuk diseretnya nama Ibas. “Ini skenario siapa. Konspirasi model apa,” kata SBY saat dikonfirmasi, Selasa, 6 Februari 2018.

Lebih lanjut SBY juga menyinggung isu beredarnya buku catatan Setya Novanto yang menyebut nama Ibas.

“Yang seolah secara tidak sengaja tapi segera diamplifikasi media online dan dipergunjingkan masyarakat luas. Itulah esensi yang dituduhkan pada saya berkaitan kasus e-KTP,” jelas SBY.

Karena itu, tegas SBY, kasus ini harus diungkap. Apalagi, menjelang tahun politik, fitnah terhadap dirinya menjadi pertanyaan besar.

“Inilah perjuangan saya, inilah jihad saya, jihad untuk mendapatkan keadilan di negeri yang kita cintai. Mungkin panjang tapi saya akan tempuh kapanpun juga,” tegas SBY.

Seperti diberitakan, kuasa hukum terdakwa Setya Novanto, Firman Wijaya menilai kesaksian Mirwan Amir dalam persidangan kliennya, Kamis, 25 Januari 2018 lalu, memperlihatkan kekuatan besar yang disebut mengintervensi proyek e-KTP itu adalah anggota Badan Anggaran (Banggar) DPR periode 2009-2014.

Karena itu, menurut Firman Wijaya, keliru dengan anggapan bahwa proyek tersebut dikendalikan oleh Setya Novanto.

Sebelumnya, SBY juga telah melaporkan kuasa hukum Setya Novanto, Firman Wijaya, ke Bareskrim Polri pada Selasa, 6 Februari 2018. Firman Wijaya dilaporkan terkait ucapannya usai sidang Setya Novanto pada Kamis, 25 Januari 2018 lalu atas dugaan pencemaran nama baik.

SUMBERRepublika
BAGIKAN
BERITA PILIHAN SPONSOR