Fadli-Zon-1
Fadli Zon. (foto: twitter/fadlizon)

JAKARTA, harianpijar.com – Wakil Ketua DPR Fadli Zon beranggapan kecelakaan di sejumlah proyek infrastruktur terjadi lantaran kajian yang tidak matang.

Menurut Fadli Zon, korban jiwa dalam insiden ini dinilai membuktikan bahwa proyek tersebut hadir bukan hanya terkait fungsional. “Kita melihat infrastruktur, terutama yang baru-baru ya. Ini kan banyak dikerjakan dengan terburu-buru, tergesa-gesa, dan ini bisa dikaji,” kata Fadli Zon saat dikonfirmasi di kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, 6 Februari 2018.

Lebih lanjut, dirinya menegaskan, operator proyek dinilai hanya fokus terhadap target waktu penyelesaiaan yang diminta pemerintah. Padahal, menurut Fadli Zon, masyarakat maupun pekerja proyek tersebut perlu mendapat jaminan keselamatan.

“Mungkin karena ini berburu waktu, mengejar tahun politik dan pemilu, ini mau menjadi etalase keberhasilan, bukan semata-mata untuk fungsional,” ujar Fadli Zon.

Selain itu, Fadli Zon juga mengaku akan mendukung program peningkatan infrastruktur. Namun, kesinambungan perlu diperhatikan serta tidak memaksakan dengan membebani APBN dari kebijakan pinjaman utang.

“Jangan dijadikan alat kampanye, sehingga karena terburu-buru banyak sekali kecelakaan kerja yang sebenarnya tidak perlu,” jelasnya.

Seperti diketahui sebelumnya, lima kecelakaan konstruksi mengguncang wilayah Ibu Kota dalam waktu berdekatan. Bahkan, beberapa di antaranya menelan korban jiwa dan luka-luka.

Berdasarkan data terkumpul, kecelakaan pertama terjadi di Apartemen Pakubuwono Spring, Jalan Cut Nyak Arief, Grogol Selatan, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Rabu, 27 Desember 2017, dini hari. Akibat peristiwa tersebut tiga pekerja tewas.

Ketiga korban yang meninggal diantaranya, Adi alias Bima warga Purwakarta, Jawa Barat; Khoirul Ma’sum warga Tulung Agung, Jawa Timur; dan Dedi Irawan warga Purwakarta, Jawa Barat. Dalam peristiwa ini, penyidik Polres Metro Jakarta Selatan sudah memeriksa sejumlah saksi.

Bahkan, selang beberapa hari, pada Selasa, 2 Januari 2018, kecelakaan proyek kembali terjadi. Balok proyek Tol Depok-Antasari (Desari) di Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan, ambruk sekitar pukul 09.45 WIB.

Akibat kejadian itu, satu truk pengangkut tanah rusak tertimpa reruntuhan balok. Peristiwa ini tidak sampai memakan korban jiwa. Sementara, polisi yang mengolah tempat kejadian perkara (TKP) juga tidak menemukan unsur kelalaian dalam insiden tersebut.

Selanjutnya, berselang dua pekan, Senin, 15 Januari 2018, selasar Tower II gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, ambruk. Dalam preistiwa tersebut, Polda Metro Jaya mencatat ada 72 korban luka yang dilarikan ke rumah sakit.

Selain itu, kecelakaan kembali kerja terjadi di proyek light rail transit (LRT) Kelapa Gading-Velodrome di Jalan Kayu Putih, Pulo Gadung, Jakarta Timur, Senin, 22 Januari 2018, dini hari. Lima orang pekerja yang tengah memasang beton terluka.

Selanjutnya, kelima pekerja tersebut langsung dilarikan ke Rumah Sakit Columbia Asia, guna mendapatkan perawatan medis. Menurut Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, menduga kecelakaan itu karena kesalahan manusia (human error).

Kecelakaan kelima terjadi di proyek double track lintasan kereta api di Jatinegara, Jakarta Timur, Minggu, 4 Februari 2018. Kejadian tersebut menewaskan empat pekerja proyek.

Keempat korban yang meninggal di antaranya, Jaenudin (44) warga Karawang, Jawa Barat; Dami Prasetyo (25) warga Purworejo, Jawa Tengah; Joni Fitrianto (19) warga Purworejo, Jawa Tengah; dan Jana Sutisna (44) warga Bandung, Jawa Barat.

Menurut Direktur Operasional PT Hutama Karya Suroto, pihaknya akan membentuk tim investigasi. Tim ini melibatkan Polri, Dinas Tenaga Kerja DKI, Komite Keselamatan Konstruksi, KNKT, dan Direktur Keselamatan Perkeretaapian Kemenhub.

SUMBERMetrotvnews
BAGIKAN
BERITA PILIHAN SPONSOR