Menteri Sosial Idrus Marham.

JAKARTA, harianpijar.com – Menteri Sosial Idrus Marham mengatakan penanganan persoalan wabah campak dan gizi buruk yang terjadi di Asmat, Papua merupakan kesadaran bersama mulai dari jajaran pemerintahan hingga masyarakat.

Hal  tersebut diungkapkan Idrus Marham menyikapi peristiwan kartu kuning dari BEM Universitas Indonesia kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat menghadiri Dies Natalis UI ke-68, Jumat pekan lalu.

“Ini kesadaran bersama, ke sana bersama-sama. Bagaimana kita bicara soal Papua kalau tidak pernah ke Papua,” kata Idrus Marham saat dikonfirmasi di Kompleks Istana Kepresidenan, Senin 5 Februari 2018.

Sementara, saat Presiden Joko Widodo (Jokowi) menghadiri Dies Natalis ke-68 tersebut, seorang mahasiswa yang belakangan diketahui bernama Zaadit Taqwa, mengacungkan kartu kuning kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang masih berdiri di atas panggung.

Sedangkan menurut Zaadit Taqwa, kartu kuning kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) merupakan sebuah peringatan terkait tiga isu yang menjadi sorotan BEM UI, yakni wabah campak dan gizi buruk di Asmat, kembalinya Dwifungsi TNI/Polri, dan penerapan aturan baru organisasi mahasiswa.

Selanjutnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat menanggapi kartu kuning itu dengan berencana mengajak sejumlah mahasiswa UI ke Asmat, Papua untuk mengetahui medan yang harus dihadapi untuk mengatasi persoalan wabah campak dan gizi buruk.

Selain itu, Idrus Marham menjelaskan, dirinya terbuka bagi siapapun termasuk mahasiswa dari universitas manapun yang sadar dan ingin membantu warga Asmat. Namun demikian, dirinya masih belum dapat memastikan rencana mengirimkan BEM UI ke Asmat, Papua.

“Hari ini saya terbang ke Makassar karena kerja sama dengan Universitas Hasanuddin. Tim dari Unhas akan berangkat ke sana menyiapkan tim dokter,” jelas Idrus Marham.

Selanjutnya, dikatakan Idrus Marham, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memahami dan tidak mempermasalahkan pemberian ‘kartu kuning’ dalam forum terbuka sebagai bentuk kritik terhadap kinerja pemerintah.

“Sebagai mantan Ketua Umum KNPI dan aktivis, saya senang jika ada perdebatan konseptual mengatasi masalah seperti di UI,” tandas Idrus Marham yang juga mantan Sekjen Partai Golkar itu.

loading...