Fahri-Hamzah-dan-Anis-Matta
Fahri Hamzah dan Anis Matta.

JAKARTA, harianpijar.com – Fahri Hamzah dan mantan Presiden PKS Anis Matta diusulkan Keluarga Alumni Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KA-KAMMI) sebagai calon presiden (capres) untuk Pemilu 2019.

Lain itu, usulan tersebut muncul saat Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) KA-KAMMI yang diselenggarakan pada Sabtu dan Minggu, 2 dan 3 Februari 2018 di Hotel Royal Kuningan, Jakarta.

Menurut Fahri Hamzah, dirinya lebih mendukung Anis Matta sebagai capres untuk Pemilu 2019. Pasalnya, jika melihat figur-figur yang sudah ada di partai politik, Anis Matta merupakan sosok yang tepat menjadi capres.

“Saya dan Pak Anis itu menempel sebagai satu tim untuk menyongsong Pilpres 2019 yang akan datang sebagai satu kesatuan,” kata Fahri Hamzah di Jakarta, Minggu, 4 Februari 2018.

Lebih lanjut, Fahri Hamzah menegaskan, bahwa dirinya memilih menjadi tim sukses bagi Anis Matta. Bahkan, dirinya siap berkolaborasi demi menyukseskan Anis Matta.

“Karena tadi kata teman-teman (KA-KAMMI-red), saya dan Pak Anis selalu bersama-sama, berkolaborasi menyongsong momen-momen politik yang akan datang,” tegas Fahri Hamzah yang juga merupakan Presiden KA-KAMMI itu.

Lebih lanjut Fahri Hamzah juga menilai, Anis Matta merupakan sosok yang pintar, muda, dan memiliki tradisi keintelektualan yang kuat. Lain itu, dari semua kandidat calon presiden, Anis Matta bisa jadi paling banyak membaca buku dan Alquran.

“Dia itu melahap semua buku mulai dari kitab Islam klasik sampai mulai kontemporer, penyuka film dan pengamat film juga,” ujarnya.

Bahkan, dikatakan Fahri Hamzah, Anis Matta juga berwawasan luas. Wawasan itu pula yang membentuk karakter Anis Matta. “Pak Anis bukan hanya man of thinking, tapi man of action,” ucap Fahri Hamzah.

Selain itu, Fahri Hamzah mengatakan, Anis Matta juga terbukti sukses menyelamatkan PKS dari kepemimpinan Luthfi Hasan Ishaaq yang terjerat kasus korupsi. Bahkan, Anis Matta bisa mempertahankan 40 kursi PKS di DPR sekaligus menambah 300 ribu suara hasil Pemilu Legislatif 2014.

“Isu korupsi dia ambil dan bersihkan selama empat bulan sebelum Pemilu (2014) kemarin,” tandas Fahri Hamzah.

SUMBERJPNN
BAGIKAN
BERITA PILIHAN SPONSOR