Gubernur Jambi Zumi Zola.

JAKARTA, harianpijar.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menemukan uang dolar Amerika Serikat dan sejumlah dokumen di vila dan rumah milik Gubernur Jambi Zumi Zola. Lain itu, dirinya ditetapkan sebagai tersangka karena diduga menerima suap proyek di provinsinya.

Sebelum di tetapkan sebagai tersangka, KPK melakukan serangkaian penggeledahan di tiga lokasi yakni rumah dinas, Vila milik Zumi Zola di Tanjung Jabung Timur dan rumah salah satu saksi di Kota Jambi.

“Tim penyidik juga sita dokumen dan uang dolar dan rupiah, penggeledahan mulai Rabu dan Kamis dini hari pada 31 Januari sampai 1 Februari yaitu tiga lokasi,” kata Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan saat konferensi pers di Gedung KPK, Jakarta, Jumat 2 Februari 2018.

Menurut Basaria Panjaitan, saat ini penyidik masih melakukan penghitungan terhadap jumlah uang tersebut. Bahkan, penyidik juga masih melakukan sejumlah pemeriksaan di Jambi hingga saat ini.

“Jumlah uang masih dihitung, di lapangan penyidik masih terus mengembangkan setelah penggeledahan ada pemeriksaan saksi di Polda Jambi Kamis dan Jumat terhadap 13 saksi,” ucap Basaria Panjaitan.

Sementara, KPK kemarin Jumat, 2 Februari 2018 resmi mengumumkan Zumi Zola sebagai tersangka. Politisi PAN tersebut jadi tersangka setelah KPK mengembangkan kasus dugaan suap terkait pembahasan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Provinsi Jambi tahun 2018.

Gubernur Jambi Zumi Zola diduga menerima gratifikasi sebesar Rp6 miliar dari sejumlah proyek di lingkungan Provinsi Jambi.

Sedangkan, KPK juga menetapkan tersangka ‎terhadap Kepala Bidang Binamarga Dinas PUPR Jambi Arfan selain Zumi Zola. Atas perbuatannya tersebut, Zumi Zola dan Arfan disangka melanggar Pasal 12 B atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat 1 kesatu KUHP.

SUMBERSuara
BAGIKAN
BERITA PILIHAN SPONSOR