fadli-zon-1
Fadli Zon: Jangan Seret Polri ke Ranah Politik.

JAKARTA, harianpijar.com – Wakil Ketua DPR RI, Fadli Zon, meminta Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo supaya tidak melibatkan aparat kepolisian untuk menjabat sebagai penjabat gubernur.

Menurut Fadli Zon, upaya tersebut dapat merugikan instansi kepolisian. Karena, hal ini kepolisian akan dibawa ke wilayah yang rentan terhadap kepentingan politik.

“Merugikan, karena Polri dibawa-bawa diseret-seret ke wilayah yang rentan terhadap kepentingan politik. Kepolisian itu milik rakyat jangan milik kepentingan tertentu,” kata Fadli Zon, saat dikonfirmasi di Kompleks Parlemen, Kamis 1 Februari 2018.

Lebih lanjut, Fadli Zon menegaskan, dirinya menilai alasan Mendagri Tjahjo Kumolo menempatkan perwira tinggi (Pati) Polri sebagai penjabat gubernur untuk mengamankan daerah tidak tepat. Karena, menurutnya tugas pengamanan berada di kepolisian bukan tugas kepala daerah.

“Kepala daerah Plt itu adalah menjalankan roda pemerintahan di sisa masa waktu yang ada. Jadi mendagri logika diperbaiki. Itu tidak ada urusan. Ini pura-pura tidak tahu atau memang sengaja. Jadi menurut saya jangan mendagri membawa kepolisian ke ranah politik,” tegas Fadli Zon.

Seperti diberitakan, Asisten Operasi (Asops) Kapolri, Inspektur Jenderal Pol Mochamad Iriawan diusulkan menjadi Penjabat Gubernur Jawa Barat. Sementara, Kepala Divisi Propam Polri, Inspektur Jenderal Pol Martuani Sormin diusulkan sebagai Penjabat Gubernur Sumatera Utara.

Selain itu, kedua perwira tinggi (Pati) Polri tersebut akan mengisi kekosongan jabatan karena dua gubernur di daerah tersebut akan pensiun pada Juni 2018. Namun, pada waktu yang sama, belum ada gubernur baru yang menggantikan karena pilkada di dua daerah itu baru dimulai pada akhir Juni 2018 mendatang.

SUMBERTribun
BAGIKAN
BERITA PILIHAN SPONSOR