Agus-Harimurti-Yudhoyono-AHY
Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). (foto: instagram/agusyudhoyono)

JAKARTA, harianpijar.com – Partai Demokrat akan mengajukan tokoh untuk dicalonkan sebagai presiden atau wakil presiden di gelaran Pilpres 2019. Menurut Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Agus Hermanto, nama Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) jadi yang terkuat untuk dicalonkan.

“Demokrat tentunya juga ingin di dalam Pemilu 2019 nanti mempunyai apakah calon presiden, apakah calon wakil presiden. Itu tentunya kita harapkan dari Demokrat,” kata Agus Hermanto kepada awak media, di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis, 1 Februari 2018.

“Kita mempunyai keinginan AHY ini menjadi next leader di dalam presiden ataupun wakil presiden,” lanjutnya.

Agus Hermanto mengatakan, AHY merupakan sosok yang tepat untuk maju sebagai calon presiden atau calon wakil presiden. Dirinya menilai AHY sebagai representasi generasi muda yang cerdas dan memiliki kemampuan mumpuni.

“Sekarang ini banyak kawula muda yang sangat menginginkan Indonesia ini diperintah ataupun mempunyai pimpinan nasional, jadi dipimpin oleh kawula muda. Tentunya kawula muda yang di sini mempunyai kecerdasan yang tinggi, juga mempunyai kemampuan yang tinggi, tidak salah juga mempunyai elektabilitas yang tinggi,” ujar Agus Hermanto.

Karena itu, terkait keinginan tersebut, Agus Hermanto menyatakan Partai Demokrat terbuka untuk koalisi. Dirinya melihat saat ini koalisi partai politik untuk Pemilu 2019 masih cair.

“Kita tentunya open dengan partai mana saja karena sekarang ini koalisinya masih cair karena belum ada satu partai yang menunjukkan presidennya ini, wakil presidennya ini. Kan belum juga, semuanya masih cair, tentunya semuanya kita masih menentukan siapa-siapa koalisi dari parpol,” ucapnya.

Selain itu, Agus Hermanto meyakini akan ada tiga pasangan calon di Pilpres 2019 mendatang. Hal ini, ujarnya, didasari dari syarat kursi DPR yang ditetapkan untuk pengusungan capres-cawapres.

“Kami yakini kelihatannya kalau menurut hitung-hitungan saya paling banyak sih tiga orang. Karena kalau sudah empat orang nanti nggak mencukupi 20 persen dari kursi DPR,” tandas Agus Hermanto. (nuch/det)

loading...