Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto bersama jajaran pengurus lainnya.

JAKARTA, harianpijar.com – Susunan kepengurusan Partai Golkar di bawah pimpinan Ketua Umum Airlangga Hartarto dinilai oleh Generasi Muda Partai Golkar (GMPG) tidak sesuai dengan kaidah kaderisasi partai.

“Ini mempertanyakan tentang kredibilitas penyusunan pengurusan partai, kami mencoba menginventarisasi baik pendekatan nomor satu pengurus struktur, personal-personal kepengurusan sesuai kaidah kaderisasi dan pendekatan AD/ART partai,” kata Inisiator GMPG Abdul Wahab Sirajuddin dalam keterangan tertulis, Kamis 1 Februari 2018.

Menurut Abdul Wahab Sirajuddin, banyak kejanggalan dalam susunan kepengurusan Partai Golkar. Bahkan, dirinya mencontohkan, banyak wajah baru yang belum lima tahun aktif di Golkar sudah mengisi posisi strategis di DPP.

“Memang banyak kejanggalan-kejanggalan yang kita temukan, jadi ini tidak bisa dibiarkan begitu saja,” ucap Abdul Wahab Sirajuddin.

Lebih lanjut, juga ditegaskan Abdul Wahab Sirajuddin, dirinya menilai susunan kepengurusan Golkar tidak mencerminkan semangat Munaslub yang mengambil tema Golkar bangkit dan Golkar bersih.

“Kalau Munaslub memutuskan kepengurusan revitalisasi, tetapi revitalisasi tidak sesuai spirit Munaslub yaitu Golkar bersih dan Golkar bangkit,” tegas Abdul Wahab Sirajuddin.

Selanjutnya, Abdul Wahab Sirajuddin juga menjelaskan, dirinya sudah berupaya untuk berkomunikasi dengan Ketua Umum Airlangga Hartarto agar GMPG dilibatkan dalam menyampaikan pandangan untuk susunan kepengurusan.

“Kita pernah komunikasi dengan Airlangga Hartarto agar GMPG dilibatkan dalam susunan kepengurusan, minimal visi di dalam struktur tetapi tidak pernah direspon,” jelas Abdul Wahab Sirajuddin.

Sementara, hasil diskusi GMPG bersama Pemuda Golkar Bersatu (PGB) akan dibawa ke Airlangga Hartarto dengan tujuan agar segera merombak kembali susunan kepengurusan yang ada saat ini.

“Dari hasil rumusan ini kami akan memberikan masukan kepada beliau (Airlangga Hartarto) untuk melakukan perombakan kembali agar penyusunan kepengurusan itu sesuai kaidah kaderisasi dan norma AD/ART Partai,” tandas Abdul Wahab Sirajuddin.

SUMBERMerdeka
BAGIKAN
BERITA PILIHAN SPONSOR