Susilo-Bambang-Yudhoyono-SBY
Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). (foto: google images/screenshot YouTube)

JAKARTA, harianpijar.com – Ketua Umum Partai Demokrat yang sekaligus mantan Presiden Indonesia ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengaku tak habis pikir namanya tiba-tiba muncul dalam sidang e-KTP.

SBY menduga ada skenario yang sengaja ingin menjatuhkannya dengan memanfaatkan proyek e-KTP yang digagas sejak masa kepemimpinannya.

“Saya juga engga habis pikir apa ini. Permainan apa atau skenario siapa, saya juga bingung mau jawab apa. Engga ada angin engga ada hujan tiba-tiba ngomong seperti itu. Saya engga tahu,” kata SBY dalam sebuah rekaman.

Sementara, rekaman suara yang didapat medcom.id, suara SBY tersebut saat beraudiensi dengan beberapa orang. Lain itu, didalam rekaman tersebut SBY juga menyebutkan ada skenario dibalik penyebutan namanya di sidang e-KTP.

Selanjutnya, didalam rekaman tersebut salah seorang bertanya terkait kesaksian mantan politisi Partai Demokrat Mirwan Amir yang menyebut nama SBY.

“Pak Mirwan Amir itu ngaco atau bagaimana kok Bapak yang dijadikan sasaran,” tanya seorang pria dalam rekaman tersebut.

Selain itu, pertanyaan pun berlanjut, salah seorang mempertegas apakah pernyataan Mirwan Amir itu benar adanya. Namun, SBY dengan tegas membantahnya. Menurutnya, dirinya akan  menunggu waktu untuk memberikan penjelasan yang lebih detail dan gamblang ke publik.

“Bapak tidak membantah?,” tanya salah seorang didalam rekaman itu kembali.

“Begini ya pingin karena ini menurut saya serius yah. Menuduh saya seperti itu sangat serius. Saya tidak ingin menanggapi dulu dicegat ditengah sama pers. Kita persiapkan baik-baik. Insyaallah akan kita berikan penjelasan tuntas supaya rakyat tahu. Engga bener lah,” jelas SBY.

Sementara, Ketua Divisi Komunikasi Publik Partai Demokrat Imelda Sari membenarkan jika seseorang dalam rekaman tersebut adalah SBY. Tetapi, dirinya belum bisa memastikan dengan siapa dan kapan pertemuan berlangsung.

“Saya tadi dapat juga dari beberapa wartawan kalau iya suaranya sih suara bapak. Tapi saya sendiri belum tahu itu dimana, dengan siapa juga. Saya tahu persis itu suara bapak. Bapak banyak pertemuan-pertemuan saya sendiri juga engga tahu,” kata Imelda Sari saat dihubungi, Rabu, 31 Januari 2018.

Sedangkan, Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Syarief Hasan juga mengiyakan pernyataan SBY. Bahkan, dirinya menuding ada motif dan skenario politis dibalik penyebutan nama SBY di sidang e-KTP.

“Itu adalah motif yang sangat politis. Jadi itu mengalihkan persoalan. Memang ada skenario, itu skenario yang sangat betul-betul tendensius sekali,” tegasnya.

Sebelumnya diketahui, mantan politikus Partai Demokrat Mirwan Amir menyebut proyek e-KTP merupakan kepentingan pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) saat itu. Bahkan, dirinya bilang SBY menyuruh proyek e-KTP dilanjutkan.

Selain itu, dalam sidang dengan terdakwa Setya Novanto, kuasa hukum terdakwa, Firman Wijaya mempertanyakan tindakan Mirwan Amir yang sempat menyampaikan pada SBY supaya proyek e-KTP dihentikan dan dirinya membenarkan hal itu.

Menurut Mirwan Amir, awalnya pengusaha Yusnan Salihin menyampaikan kepadanya kalau proyek e-KTP bermasalah. Lain itu, Yusnan Salihin juga sempat mengirimkan surat yang ditujukan kepada pemerintahan era SBY.

Sementara, berselang beberapa waktu saat Mirwan Amir menghadiri sebuah acara di Cikeas, kediaman SBY. Saat itu, Mirwan Amir memberitahu supaya proyek dihentikan.

Terkait informasi itu, Mirwan Amir mengatakan, SBY ingin proyek tetap berlanjut. “Tanggapannya dari Bapak SBY bahwa ini kita untuk menuju pilkada, jadi proyek ini diteruskan,” tandas Mirwan Amir.

loading...