Arief-Budiman
Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman. (foto: Dok. Fajar)

JAKARTA, harianpijar.com – Komisi Pemilihan Umum (KPU) meminta Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) mulai melakukan pemutakhiran data pemilih sejak gerakan pencocokan dan penelitian (Coklit) dimulai. Ketua KPU Arief Budiman menyebut pihaknya tak ingin pemutakhiran data dilakukan di masa-masa akhir.

“Kami tak ingin kultur yang selama ini terjadi kalau ada pekerjaan disediakan waktunya, kita mengerjakannya di bagian-bagian akhir, nah ini kita ingin mengikisnya. Saya juga meminta kepada PPDP, Anda harus mulai bekerja sejak dimulainya Coklit ini,” kata Arief Budiman di kantornya, Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Minggu, 14 Januari 2018.

Lebih lanjut, KPU juga meminta agar PPDP tidak hanya melakukan pemutakhiran data pemilih di wilayah perkotaan saja. Data pemilih di wilayah-wilayah terisolir juga harus dilakukan pemutakhiran sebelum pemilu dilaksanakan.

Arief Budiman mengatakan, seluruh data pemilih akan diketahui setelah dilakukan pencocokan oleh PPDP. Salah satunya seperti pemilih yang berpindah tempat domisili.

Namun yang terpenting, kata Arief Budiman, seluruh warga yang memiliki hak pilih tidak boleh terlewatkan.

“Kita pesan kepada mereka agar melindungi hak warga untuk mendapatkan hak pilihnya. Karena 1 suara sangat berarti,” tandas Arief Budiman. (nuch/det)

BAGIKAN
BERITA PILIHAN SPONSOR