Hamka-Haq
Hamka Haq. (foto: Dok. MPR)

JAKARTA, harianpijar.com – Ketua DPP PDIP Bidang Keagamaan dan Kepercayaan kepada Tuhan YME Hamka Haq menanggapi pernyataan yang disampaikan oleh Ketua Presidium Alumni 212 Slamet Ma’arif.

Hamka Haq mengatakan, pernyataan Alumni 212 untuk tidak mendukung koalisi dengan partai pro penista agama sama dengan SARA. Menurutnya pernyataan itu dilarang oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU).

“Itu kan sudah SARA namanya, itu kan sudah dilarang oleh KPU. Kita adukan saja nanti kalau memang sudah (melakukan) kita laporkan sebagai suatu pelanggaran etika pemilu kan, kita bawa ke Bawaslu,” kata Hamka Haq, seperti dilansir dari detik, Sabtu, 13 Januari 2018.

Lebih lanjut Hamka Haq menilai himbauan untuk tidak mendukung partai politik pro penista agama tak mungkin dilakukan di Pilkada serentak 2018.

Dirinya pun lalu mencontohkan seperti Partai Gerindra dan PKS yang berkoalisi dengan PDIP di Pilgub Jatim.

“Bagaimana anda tidak bisa memilih itu, jadi tidak bisa lagi begitu, karena sudah campur baur. Coba misalnya di Jawa Tengah, di mana PKB dengan PPP, Gerindra misalnya, ya kita kan sama-sama PPP,” ujar Ketua Umum Baitul Muslimin Indonesia (Bamusi) itu.

“Coba lihat juga di Jawa Barat, ini kan Gerindra, PKS, PAN bukan koalisi abadi, di mana-mana mereka juga berpecah belah. Jadi tidak mungking itu terjadi, mungkin ada 1 sampai 2 daerah terjadi, tapi tidak mungkin juga seluruhnya. Tapi secara hakikat himbauan seperti itu pelanggaran. Karena kan dilarang SARA dan sebagainya kan,” tambahnya.

Hamka Haq mengatakan partainya tidak terlalu menanggapi pernyataan Alumni 212 tersebut. Menurutnya, Alumni 212 tidak begitu berpengaruh terhadap Pilkada serentak 2018.

“Itu Alumni (212) kan tidak banyak itu, kalau (menurut) saya sih itu Alumni (212) tidak cukup 1 juta itu. PDIP tidak menanggapi serius yang begitu-begituan. Ada orang yang mengatakan berapa juta, kalau hitungan kami hanya kurang lebih satu juta saja itu orang. Nggak begitu berpengaruh,” kata Hamka Haq.

Baca juga: Alumni 212: Koalisi dengan Partai Penista Agama Tak Kami Dukung

Seperti diberitkan sebelumnya, Ketua Presidium Alumni 212 Slamet Ma’arif mengatakan Alumni 212 tidak akan mendukung koalisi dengan partai politik pro penista agama di Pilkada 2018.

“Tapi konsekuensi sebaliknya, ketika di suatu wilayah koalisi ini (PKS, PAN, Partai Gerindra) menjadi pecah, bercampur dengan partai-partai penista agama, ya koalisinya kita nggak akan dukung. Kita objektif saja,” ujar Slamet Ma’arif. (nuch/det)

BAGIKAN
BERITA PILIHAN SPONSOR