Slamet-Maarif
Slamet Ma'arif. (foto: detik/Hary Lukita)

JAKARTA, harianpijar.com – Presidium Alumni 212 belum pernah merekomendasikan nama-nama kandidat calon kepala daerah ke partai politik. Selain itu, Ketua Presidium Alumni 212 Slamet Ma’arif menegaskan pihaknya tidak akan mendukung calon yang berkoalisi dengan partai yang mereka anggap pro terhadap penista agama.

“Yang saya ajukan, yang saya buka dialog dengan teman-teman partai, baik pimpinan partai ataupun pendiri partai yang saya ikut hadir, itu menginginkan bahwa koalisi partai 212, PKS, PAN, Gerindra, tolong dipertahankan, tolong solid sampai 2019,” ujar Slamet Ma’arif seperti dilansir dari detik, Jumat, 12 Januari 2018.

Slamet Ma’arif mengatakan, di Pilkada 2018, Alumni 212 ingin koalisi tiga partai itu tidak terpecah di berbagai wilayah, khususnya di Provinsi Jawa Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur, dan Sumatera Utara.

Jika koalisi sampai terpecah, itu merupakan hak partai. Namun, kata Slamet Ma’arif, ada konsekuensi yang harus diterima.

“Kalau kebijakan partai berubah ya itu hak mereka itu, tapi ada sebuah konsekuensi, ketika kami 212 menginginkan 3 partai ini solid kemudian terakomodir, ada satu wilayah yang diusung tiga partai ini tanpa mencampuradukkan dengan partai-partai penista agama, partai-partai pendukung ormas ya pasti kita akan dukung habis-habisan,” kata Slamet Ma’arif.

“Tapi konsekuensi sebaliknya, ketika di suatu wilayah koalisi ini menjadi pecah, bercampur dengan partai-partai penista agama, ya koalisinya kita nggak akan dukung. Kita objektif saja,” tambahnya.

Selain itu, Slamet Ma’arif mengatakan Alumni 212 menyayangkan keputusan Partai Gerindra dan PKS berkoalisi dengan PDIP dan PKB untuk Pilgub Jatim 2018.

Meskipun demikian, dirinya menyebut sikap resmi dari Alumni 212 akan ditentukan pada akhir Januari.

“Semua umat Islam, Alumni 212 menyayangkan, dari koalisi kami, Alumni 212, tidak mencalonkan bahkan ikut bergabung. Tapi secara resminya nanti di akhir Januari kita akan musyawarahkan untuk menentukan sikap dari 212 terhadap Pilkada 2018. Kita ada Mukernas nanti. Hasil mukernas itu salah satunya mengagendakan membicarakan wilayah mana yang akan kita berikan support untuk pemenangan Alumni 212,” tandasnya. (nuch/det)

loading...