Ade-Armando-2
Ade Armando. (foto: detik/Ari Saputra)

JAKARTA, harianpijar.com – Dosen Universitas Indonesia (UI) Ade Armando memberikan penjelasan soal pelaporan dirinya oleh berbagai pihak ke polisi terkait unggahannya di media sosial.

Ade Armando dilaporkan oleh salah seorang murid Rizieq Shihab yang bernama Ratih Puspa Nusanti dengan tuduhan menghina sang guru melalui gambar editan. Ade Armando pun membantah jika dirinya disebut menghina ulama.

“Saya tidak pernah menghina agama dan ulama, yang sering jadi sasaran serangan saya adalah orang yang disebut ulama tapi menyebarkan kebencian, seperti Rizieq Shihab. Saya menghormati para ulama seperti KH Quraisy Shihab, Prof Syafii Maarif, Gus Mus, dan KH Said Aqil,” ujar Ade Armando seperti dilansir detik, Minggu, 31 Desember 2017.

Lebih lanjut Ade Armando mengatakan, dirinya tak akan berhenti untuk meminta pimpinan Front Pembela Islam (FPI) itu pulang ke Indonesia dan menjalani proses hukum sebagai tersangka kasus pidana.

Dirinya justru mempertanyakan sikap FPI yang tidak meminta Rizieq Shihab pulang dan mentaati hukum yang berlaku di Indonesia.

“Jangan lupa, Rizieq Shihab adalah ‘buronan’ yang tidak mau menjalankan kewajibannya sebagai warga negara Indonesia menjalani proses hukum sebagai tersangka kasus pidana. Karena itu saya akan terus mempermalukan dia. Saya baru akan berhenti kalau dia pulang ke Indonesia. Saya justru mempertanyakan sikap FPI yang tidak meminta Rizieq menjalankan kewajiban sebagai warga yang taat hukum,” kata Ade Armando.

Selain itu, Ade Armando juga menolak dituduh telah merendahkan hadis seperti yang telah dilaporkan oleh sejumlah pihak ke Bareskrim Polri.

“Saya menolak dituduh merendahkan hadis. Saya heran FPI tidak paham bahwa derajat hadis tidak sama dengan Alquran. Yang tidak mungkin salah adalah Alquran. Alquran itu suci. Adapun hadis, ada banyak ragamnya. Dari hadis sahih sampai hadis dhoif (lemah). Yang sahih pun tidak 100 persen akurat, karena sebagian besar baru ditulis secara baku sekitar 200 tahun sesudah Nabi Muhammad SAW wafat,” jelasnya.

Ade Armando kembali menyatakan gambar mengenai Rizieq Shihab yang tampak mengenakan atribut Natal itu justru dibuatnya untuk menjelaskan bahwa hal tersebut hoax.

“Soal gambar rombongan ulama beratribut Natal, jelas saya tulis ‘ini hoax’,” tegas Ade Armando.

Sementara itu, setelah dilaporkan seorang murid Rizieq Shihab, Ade Armando kembali dilaporkan ke polisi. Kali ini LSM Kebangkitan Jawara dan Pengacara (Bang Japar), FPI DPD DKI Jakarta, dan seorang warga bernama Michael melaporkan Ade Armando ke Bareskrim Polri atas unggahan dan pendistribusian berita bohong.

Tak hanya itu, pelapor juga menyertakan alat bukti berupa potongan unggahan Ade Armando yang dinilai telah merendahkan hadis. (nuch/det)

loading...