kpu
KPU saat memberikan keterangan mengenai 7 parpol yang tidak dapat verifikasi faktual. (foto: detik/Indra Komara)

JAKARTA, harianpijar.com – Komisi Pemilihan Umum (KPU) menindaklanjuti putusan Bawaslu mengenai 9 partai politik. Ketua KPU Arief Budiman mengatakan dari 9 parpol itu, hanya 2 parpol yang dapat lanjut ke tahap verifikasi faktual.

“Hasil penelitian yang sudah dilakukan KPU atas tindak lanjut putusan Bawaslu terhadap 9 partai politik. Dari 9 partai politik, 2 partai politik dinyatakan dapat melakukan verifikasi faktual, 7 (parpol lainnya) tidak dapat verifikasi faktual,” kata Arief Budiman di gedung KPU, Jakarta Pusat, Minggu, 24 Desember 2017.

Sementara itu, di tempat yang sama, komisioner KPU Hasyim Asy’ari menyebutkan 2 parpol yang bisa lanjut ke verifikasi faktual adalah PBB dan PKPI.

Menurut Hasyim Asy’ari, ada 2 kemungkinan yang membuat parpol lainnya tidak bisa lanjut verifikasi faktual yakni terkait dokumen yang diserahkan ke KPU Pusat dan hasil penelitian daftar anggota di tingkat kabupaten/kota.

“Dua parpol yang lanjut itu PBB dan PKPI, yang 7 (parpol) tidak dapat lanjut. Ada 2 kemungkinan (ketidaklengkapan parpol), pertama yaitu dokumen yang diserahkan ke KPU Pusat, yang kedua yaitu hasil penelitian daftar nama anggota di kabupaten/kota,” ujar Hasyim Asy’ari.

Meskipun demikian, Hasyim Asy’ari mengaku masih belum tahu apakah ketujuh parpol tersebut akan mengajukan gugatan kembali ke Bawaslu atau tidak.

Adapun ketujuh parpol itu antara lain Partai Idaman, Partai Suara Rakyat Indonesia, Partai Pengusaha dan Pekerja Indonesia, Partai Indonesia Kerja, Partai Republik, Partai Bhinneka Indonesia, dan Partai Rakyat. (nuch/det)

BAGIKAN
BERITA PILIHAN SPONSOR