Pramono-Anung
Sekretaris Kabinet Pramono Anung memberikan keterangan pers. (foto: detik/Prins David Saut)

DENPASAR, harianpijar.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menggelar rapat terbatas Kabinet Kerja di Bali. Sekretaris Kabinet Pramono Anung mengatakan, dari rapat tersebut diputuskan status tanggap darurat Gunung Agung dicabut.

“Hal yang terpenting diputuskan Bapak Presiden bahwa istilah tanggap darurat itu ditiadakan atau dicabut,” ujar Pramono Anung usai rapat di Werdhapura Hotel, Sanur, Denpasar, Bali, Jumat, 22 Desember 2017.

Meskipun demikian, pencabutan tanggap darurat tersebut tidak serta merta mengubah status awas Gunung Agung dengan zona bahaya radius 8-10 km dari kawah.

Tak hanya itu, pencabutan status tanggap darurat juga tidak menghentikan penyaluran bantuan kepada lebih dari 70.000 pengungsi.

“Sehingga tidak menimbulkan multitafsir negara-negara yang selama ini menganggap bahwa status tanggap darurat itu membuat mereka menjadi, dalam tanda kutip, ketakutan, sehingga dikeluarkan travel ban,” kata Pramono Anung.

Selain pencabutan status tanggap darurat, rapat terbatas juga memutuskan pembangunan 10 destinasi wisata baru di Indonesia termasuk Danau Toba, Borobudur, Mandalika, dan Labuan Bajo.

Bahkan, kata Pramono Anung, untuk menunjukkan Bali aman, Wapres JK bersama keluarga berencana akan liburan di Bali saat pergantian tahun nanti.

“Bali betul-betul aman, maka Bapak Wakil Presiden dan keluarga dari tanggal 29 Desember 2017 hingga 1 Januari 2018 akan berlibur di Bali, menghabiskan tahun baru di Bali, untuk menunjukkan Bali aman,” ujar Pramono Anung. (nuch/det)

loading...