Rheza-Herwindo
Putra Setya Novanto, Rheza Herwindo memenuhi panggilan KPK, Jumat, 22 Desember 2017. (foto: Dok. Kompas)

JAKARTA, harianpijar.com – Anak sulung Setya Novanto, Rheza Herwindo, memenuhi panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk diperiksa terkait kasus dugaan korupsi proyek e-KTP. Dirinya tiba di KPK sekira pukul 09.47 WIB, Jumat, 22 Desember 2017.

Meskipun demikian, tidak ada satu komentar pun yang diberikan Rheza Herwindo, dirinya hanya diam tak menjawab pertanyaan. Kemudian, Rheza Herwindo masuk menuju resepsionis dan naik ke ruang penyidikan.

Sementara itu, Kabag Pemberitaan dan Publikasi KPK Priharsa Nugraha mengonfirmasi bahwa Rheza Herwindo akan menjadi saksi untuk tersangka mantan Direktur Utama PT Quadra Solution Anang Sugiana Sudihardjo.

Kemarin, Kamis, 21 Desember 2017, KPK juga sudah memeriksa adik Rheza Herwindo, Dwina Michaella, untuk tersangka yang sama.

“Rheza Herwindo akan diminta keterangan atas tersangka ASS (Anang Sugiana Sudihardjo),” kata Priharsa Nugraha.

Seperti diketahui, dalam surat dakwaan Setya Novanto yang dibacakan pada Rabu, 13 Desember 2017, Rheza Herwindo dan istri Setya Novanto, Deisti Astriani Tagor, disebut telah membeli saham perusahaan holding PT Murakabi Sejahtera yang ikut dalam konsorsium proyek e-KTP.

PT Murakabi Sejahtera tergabung dalam konsorsium Murakabi yang difungsikan sebagai perusahaan pendamping yang telah diatur. Beberapa perusahaan yang tergabung dalam Konsorsium Murakabi yakni PT Murakabi Sejahtera, PT Aria Multi Graphia, PT Stacopa Raya, dan PT Sisindocom Lintasbuana.

Jaksa menyebut PT Murakabi Sejahtera merupakan perusahaan yang dikendalikan Setya Novanto melalui keponakannya, Irvanto Hendra Pambudi Cahyo, serta istri dan anaknya.

Selain itu, KPK juga telah memblokir rekening keluarga Setya Novanto yakni Deisti Astriani Tagor, Rheza Herwindo dan Dwina Michaella, terkait proses penyidikan dugaan korupsi yang merugikan negara hingga Rp2,3 triliun tersebut. (nuch/det)

loading...