Idrus-Marham-1
Idrus Marham. (foto: kompas/moh nadlir)

JAKARTA, harianpijar.com – Menjelang pelaksanaan Munaslub Partai Golkar muncul desakan untuk merevitalisasi pengurus di DPP. Terkait hal itu, Sekretaris Jenderal Partai Golkar Idrus Marham mengaku tak masalah jika dirinya harus diganti.

“Terserah semua,” ujar Idrus Marham di kantor DPP Partai Partai Golkar, Jakarta Barat, Minggu, 17 Desember 2017.

Pergantian pengurus di DPP, kata Idrus Marham, menjadi hak Airlangga Hartarto sebagai ketua umum. Dirinya pun akan menerima jika tak lagi diberi jabatan.

“Bagi saya kalau berpartai panggilan untuk mengabdi sebuah cita-cita. Di mana pun saya, mau jadi sekjen, jadi ketua, mau jadi wasekjen lagi nggak apa-apa,” kata Idrus Marham.

Sebelumnya, Airlangga Hartarto mengatakan bahwa Partai Golkar saat ini dalam kondisi siaga 3. Karena itu, dirinya akan merevitalisasi pengurus untuk pemenangan Pemilu 2019 mendatang.

“Kalau kita bicara revitalisasi pengurus, tujuannya adalah untuk pemenangan pemilu. Revitalisasinya dikaitkan dengan pemenangan pemilu. Karena ini bukan business as usual, bukan kepengurusan dalam kondisi biasa. Ini dalam kondisi force majeure,” kata Airlangga Hartarto.

“Golkar menghadapi pemilu sudah siaga 3. Maka kita menyiapkan pengurus yang siap kerja double gardan,” lanjutnya. (nuch/det)

loading...