Fadli-Zon
Fadli Zon di reuni Alumni 212, Monas, Jakarta Pusat, Sabtu, 2 Desember 2017. (foto: detik/Mochamad Zhacky Kusumo)

JAKARTA, harianpijar.com – Wakil Ketua DPR, Fadli Zon dan Fahri Hamzah, menerima perwakilan dari GNPF MUI. Dalam pertemuan itu pimpinan DPR RI tersebut mendukung Aksi Bela Palestina yang akan digelar pada Minggu, 17 Desember 2017 mendatang.

Fadli Zon mengatakan, Aksi Bela Palestina merupakan bentuk penolakan terhadap keputusan sepihak dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

“Saya kira Aksi Bela Palestina ini atau Indonesia Bersatu Bela Palestina ini merupakan kegiatan yang ditunggu-tunggu oleh masyarakat Indonesia. Ini Komitmen sebagai bentuk dukungan seluruh rakyat Indonesia (tidak hanya umat Islam) terhadap kemerdekaan Palestina,” kata Fadli Zon dalam keterangan tertulisnya, Jumat, 15 Desember 2017.

Menurut Fadli Zon hampir seluruh fraksi di DPR dalam sidang Paripurna beberapa hari lalu telah menyampaikan penolakannya atas pengakuan sepihak Presiden AS tersebut yang dianggap menimbulkan kegaduhan baru.

Karena itu, kata Fadli Zon, pihaknya akan menyuarakan ini di forum-forum internasional, termasuk juga dalam forum-forum yang akan dihadiri oleh DPR dalam waktu dekat ini.

“Seperti Troika Meeting (Parliamentary Union of the Organization of the Islamic Cooperation Member States (PUIC, PUOICM)), di Teheran pada 18 Desember mendatang,” ujar Fadli Zon.

Meskipun demikian, Fadli Zon tak membenarkan pendapat yang meminta pemerintah untuk memutuskan hubungan diplomatik dengan Amerika Serikat.

Pasalnya, menurut Fadli Zon, apa yang dilakukan Donald trump belum tentu menjadi sikap pemerintah AS keseluruhan. Hal itu, bisa saja merupakan langkah politik pribadi dalam negeri.

“Kita harus realistis. Mungkin ini langkah politik pribadi Donald Trump sebagai usaha survival dia di dalam politik domestik negaranya. Belum tentu ini menjadi sikap pemerintah Amerika sertikat secara utuh, atau keseluruhan. Tidak hanya itu, sejauh ini kita juga punya hubungan baik dengan Amerika serikat, punya banyak kepentingan dengan Amerika serikat. Semoga Amerika serikat bisa segera menghilangkan penyakit Donald Trump ini,” jelasnya.

Sementara itu, senada dengan Fadli Zon, Fahri Hamzah juga menyebut Aksi Bela Palestina akan menjadi momentum penting yang harus dimaknai sebagai isyarat-isyarat.

Di mana ada seorang Presiden AS yang ingin mengeksekusi sesuatu yang tidak pernah terbayangkan dalam 70 tahun. Perundingan perjuangan memerdekaan Palestina ini, tiba-tiba mau diambil alih secara sepihak.

“Karena itu, umat Islam mesti bersatu dalam isu Palestina dalam isu Al Quds, dalam isu yang fundamental ini. Dan, saya kira ini momen kita juga di Indonesia,” kata Fahri Hamzah.

Baik Fadli Zon maupun Fahri Hamzah telah menyatakan siap hadir dalam Aksi Bela Al Quds yang rencananya akan dihadiri minimal oleh 1 juta orang tersebut.

Bahkan, keduanya juga mengundang seluruh anggota DPR, masyarakat, tokoh lintas agama dan lintas ormas untuk ikut hadir dalam aksi tersebut. (nuch/rpk)

loading...