Gedung-Mahkamah-Konstitusi
Gedung Mahkamah Konstitusi (MK). (foto: Dok. Setkab)

JAKARTA, harianpijar.com – Larangan pernikahan dengan teman satu kantor bagi karyawan swasta dan BUMN digugat ke Mahkamah Konstitusi (MK). Sebanyak 9 hakim konstitusi akan memutus gugatan itu siang ini.

Seperti dilansir dari laman resmi MK, sidang terkait gugatan yang diajukan oleh 8 warga itu akan digelar pada Kamis, 4 Desember 2017, pukul 11.00 WIB di ruang sidang utama Gedung MK, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat. Sidang putusan itu rencananya akan dipimpin Ketua MK Arief Hidayat.

Para penggugat menggugat aturan perkawinan dengan teman sekantor yang diatur dalam Pasal 153 Ayat 1 huruf f UU Ketenagakerjaan. Adapun bunyi pasal tersebut adalah sebagai berikut:

Pengusaha dilarang melakukan pemutusan hubungan kerja dengan alasan pekerja/buruh mempunyai pertalian darah dan/atau ikatan perkawinan dengan pekerja/buruh lainnya di dalam satu perusahaan, kecuali telah diatur dalam perjanjian kerja, peraturan perusahaan, atau perjanjian kerja bersama.

8 penggugat itu meminta agar Pasal 153 Ayat 1 huruf f UU Ketenagakerjaan dibatalkan sepanjang frasa ‘kecuali telah diatur dalam perjanjian kerja, peraturan perusahaan, atau perjanjian kerja bersama’.

Karena, menurut mereka, Pasal 153 Ayat 1 huruf f UU Ketenagakerjaan menjadi alasan bagi pengusaha untuk melarang perkawinan sesama pekerja dalam suatu perusahaan yang sama. Padahal menikah adalah menjalankan perintah agama.

Sementara itu, 8 penggugat tersebut adalah Jhoni Boetja, Edy Supriyanto Saputro, Airtas Asnawi, Syaiful, Amidi Susanto, Taufan, Muhammad Yunus, dan Yekti Kurniasih. (nuch/det)

BAGIKAN
BERITA PILIHAN SPONSOR