Facebook-Hoax
Ilustrasi Facebook. (foto: google images)

JAKARTA, harianpijar.com – Seorang pria bernama Cahyo Gumilar ditangkap Bareskrim Polri karena mengunggah foto Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang telah diedit ke dalam akun Facebook miliknya.

Tak hanya itu, Cahyo Gumilar yang ditangkap di Jalan Benda XI, Blok C 21, Kecamatan Pamulang, Tangerang Selatan, Minggu, 3 Desember 2017 kemarin juga sempat mengunggah posting-an yang berbau ancaman, teror, SARA dan penghinaan.

“Hasil interograsi sementara di lokasi, pelaku atas nama Cahyo Gumilar mengakui seluruh perbuatannya. Bersangkutanlah yang telah mengedit seluruh foto-foto dan meng-upload-nya di dalam media Facebook miliknya,” kata Wakabareskrim Irjen Antam Novambar dalam rilisnya, Selasa, 5 Desember 2017.

Adapun beberapa barang bukti yang ikut diamankan seperti 1 unit ponsel genggam, laptop, hardisk, handycam, dan kamera digital.

“Satu buah pedang, satu buah bendera tauhid warna hitam, satu buah bendera Palestina, tiga buah bendera LPI yaitu sayap juang FPI, satu rompi hitam bergambar bendera Palestina,” ungkap Irjen Antam Novambar.

Selanjutnya Irjen Antam Novambar menyebutkan, alasan Cahyo Gumilar mengunggah konten-konten yang berbau hinaan, ancaman dan SARA karena menilai hukum di Indonesia saat ini berat sebelah.

“Motivasi pelaku melakukan perbuatan tersebut adalah sebagai panggilan jiwa, karena hukum pada saat ini berat sebelah serta telah melakukan kriminalisasi terhadap para ulama,” ujarnya.

Akibat dari perbuatannya itu, Cahyo Gumilar dijerat dengan Pasal 45a ayat (2) juncto Pasal 28 ayat (2) dan atau Pasal 45b juncto Pasal 29 Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi Elektronik dan Transaksi Elektronik, dan atau Pasal 207 KUHP.

“Pelaku dikenakan Pasal menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu, dan atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas SARA,” tandas Irjen Antam Novambar. (nuch/det)

BAGIKAN
BERITA PILIHAN SPONSOR