TB-Hasanuddin
TB Hasanuddin. (foto: Dok. Istimewa)

JAKARTA, harianpijar.com – Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU) Marsekal Hadi Tjahjanto ditunjuk oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai calon Panglima TNI pengganti Jenderal Gatot Nurmantyo.

Jelang pergantian panglima tersebut, Komisi I DPR sebagai mitra kerja TNI meminta Jenderal Gatot Nurmantyo tidak memutasi Perwira Tinggi TNI.

“Mutasi para perwira tinggi sebaiknya dilakukan oleh panglima baru agar suasana kondusif akan lebih tercipta,” kata Wakil Ketua Komisi I DPR TB Hasanuddin dalam keterangannya, Selasa, 5 Desember 2017.

Lebih lanjut, DPR juga akan melakukan uji kelayakan bagi Marsekal Hadi Tjahjanto yang ditunjuk sebagai calon Panglima TNI. Hal itu berdasarkan dengan surat Presiden Jokowi per-tanggal 3 Desember 2017 kepada pimpinan DPR tentang pemberhentian dan pengangkatan panglima TNI.

“Maka calon panglima TNI harus segera menyiapkan diri untuk mengikuti uji kelayakan yang akan dilaksanakan di Komisi I DPR RI,” ujar TB Hasanuddin.

Selain itu, TB Hasanuddin juga mengapresiasi usulan Presiden Jokowi yang mengajukan calon pengganti Panglima TNI dari Angkatan Udara. Keputusan itu, menurutnya, sudah sesuai dengan amanah UU Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI.

“Pengajuan satu nama calon panglima TNI oleh Presiden Jokowi sudah sejalan dengan Pasal 12 UU TNI. Kemudian pergantian dilakukan rotasi dari setiap angkatan yang sedang atau pernah menjabat sebagai kepala staf angkatan, di mana dua Panglima TNI sebelumnya berasal dari AD dan AL,” ungkapnya.

Sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno diketahui telah mengantar surat Presiden Jokowi terkait penunjukan Marsekal Hadi Tjahjanto sebagai Panglima TNI ke DPR pada Senin, 4 Desember 2017.

DPR menargetkan proses pergantian Panglima TNI itu bisa selesai sebelum memasuki masa reses pekan depan. (nuch/det)

loading...