Bahrun-Naim
Bahrun Naim. (foto: Dok. Istimewa)

SOLO, harianpijar.com – Banyak kabar yang tersebar melaui media sosial menyebutkan bahwa anggota ISIS asal Solo, Bahrun Naim, tewas dalam sebuah pertempuran di Suriah. Meskipun demikian, pihak keluarga hingga saat ini belum menerima kabar apapun tentang nasib Bahrun Naim.

Kuasa hukum keluarga, Anis Prijo Anshari, mengaku telah mengetahui kabar tersebut. Namun, dirinya masih belum bisa memastikan apakah kabar tersebut benar terjadi atau tidak.

“Sedang dicek kebenarannya. Saya tadi juga sudah bertanya kepada Pak Faturrahman, ayah Naim. Beliau mengatakan sejauh ini belum mendapat kabar apapun mengenai informasi tersebut,” kata Anis Prijo Anshari seperti dilansir dari detik, Senin, 4 Desember 2017.

Sementara itu, kabar tentang tewasnya Bahrun Naim tersebar melalui percakapan di media sosial sejak petang kemarin, Minggu, 3 Desember 2017.

Bahkan, beberapa kerabat Bahrun Naim di Solo juga terus berupaya mencari tentang kebenaran kabar tersebut.

Seperti diketahui, Muhammad Bahrun Naim Anggih Tamtomo atau yang lebih dikenal dengan nama Bahrun Naim, adalah orang yang diduga sebagai dalang dibalik Serangan Jakarta pada 2016 lalu.

Bahrun Naim lahir di Pekalongan, 6 September 1983 dan besar di Pasar Kliwon, Solo. Dirinya adalah lulusan program D-3 Jurusan Ilmu Komputer Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Sebelas Maret, Solo.

Sedangkan dalam kasus terorisme, nama Bahrun Naim mulai muncul saat dirinya ditangkap Densus 88 pada tahun 2010 karena menyimpan senjata api dan amunisi yang disebutnya sebagai titipan dari seorang buron kasus terorisme.

Selain itu, Bahrun Naim juga sering dikaitkan dengan kelompok jaringan Mujahidin Indonesia Timur (MIT) pimpinan Santoso alias Abu Wardah yang diketahui telah berbaiat ke ISIS.

Bahrun Naim disebut-sebut sebagi perekrut para militan dari Indonesia untuk bergabung bersama ISIS. (nuch/det)

loading...