Rizieq-Shihab-1
Pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab. (foto: tribunnews)

JAKARTA, harianpijar.com – Pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab menyampaikan pidato untuk peserta reuni Alumni 212 di Monas dari Arab Saudi.

Dalam pidatonya itu, Rizieq Shihab menjelaskan tentang NKRI bersyariah.

“NKRI bersyariah adalah NKRI yang beragama, bukan atheis, komunis atau tanpa agama. NKRI bersyariah adalah NKRI yang berketuhanan Yang Maha Esa, NKRI bersyariah NKRI menjunjung tinggi nilai-nilai luhur Ketuhanan Yang Maha Esa, yang sujud dan patuh pada Ketuanan Yang Maha Esa,” kata Rizieq Shihab, Sabtu, 2 Desember 2017.

Menurut Rizieq Shihab, NKRI bersyariah adalah NKRI yang melindungi rakyat dari segala produk yang haram. NKRI bersyariah, kata Rizieq Shihab, tidak mengkriminalisasi ulama.

“NKRI bersyariah adalah NKRI yang melindungi umat Islam dari segala produk yang haram, baik makanan dan minuman serta obat-obatan terlarang. NKRI bersyariah adalah NKRI yang mencintai ulama, bukan mengkriminalisasi atau menterorisasi mereka,” jelasnya.

Lebih lanjut Rizieq Shihab mengatakan, dalam NKRI bersyariah, pribumi menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Selain itu, segala macam bentuk korupsi, judi, hingga LGBT juga harus dihilangkan dalam NKRI bersyariah.

“NKRI bersyariah adalah NKRI yang menjadikan pribumi sebagai tuan di negeri sendiri. NKRI bersyariah menjauhi dari ekonomi riba, NKRI bersyariah anti-korupsi, anti-judi dan narkoba, anti-pornografi, anti-prostitusi, anti-LGBT, anti-fitnah, anti-kebohongan, anti-kezaliman,” ujar Rizieq Shihab. (nuch/det)

loading...