Maman-Imanul-Haq
Maman Imanul Haq. (foto: Dok. Fraksi PKB)

JAKARTA, harianpijar.com – Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) belum menentukan sikap sejak Ketua DPR RI Setya Novanto ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) karena menjadi tersangka dalam kasus dugaan korupsi proyek pengadaan e-KTP.

Anggota MKD Maman Imanul Haq mengatakan, hal itu dikarenakan proses kasus e-KTP berbeda dengan kasus Setya Novanto sebelumnya.

“Yang pertama, kami mengambil kesimpulan bahwa proses yang dilalui Setnov itu beda dengan kasus ‘papa minta saham’. Kalau kasus ‘papa minta saham’ itu ada pelanggaran etik, maka MKD bisa langsung masuk,” ujar Maman Imanul Haq di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu, 29 November 2017.

“Nah, kasus e-KTP itu betul-betul adalah proses hukum yang dalam tata beracara kita itu harus melalui proses dulu menunggu sampai keputusan hukum itu inkrah,” lanjutnya.

Meskipun demikian, Maman Imanul Haq menegaskan bahwa MKD akan mengambil keputusan besar terhadap Setya Novanto dalam waktu dekat ini.

“Kami akan terus berproses. Saya yakinlah seminggu dua minggu ini akan ada keputusan yang besar dan ini menyatakan bahwa MKD telah bekerja,” tegasnya.

Sementara itu, KPK sebelumnya mengungkap bahwa MKD akan memeriksa Setya Novanto besok. Pemeriksaan itu akan difasilitasi KPK, karena mengingat status Setya Novanto yang menjadi tahanan KPK.

“Besok direncanakan KPK akan memfasilitasi MKD yang akan melakukan pemeriksaan terhadap SN (Setya Novanto) di kantor KPK. Jadi sebelumnya kita terima surat dari MKD untuk dilakukan pemeriksaan. Besok dilakukan pemeriksaan sekitar pukul 10.00 WIB,” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah kepada awak media, Rabu, 29 November 2017. (nuch/det)

BAGIKAN
BERITA PILIHAN SPONSOR