Setya-Novanto-3
Setya Novanto. (foto: ANTARA FOTO/WAHYU PUTRO A)

JAKARTA, harianpijar.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mulai melakukan pemeriksaan terhadap saksi meringankan untuk tersangka kasus dugaan korupsi proyek e-KTP Setya Novanto.

Pimpinan KPK mengatakan, pemeriksaan saksi yang diajukan oleh pihak Setya Novanto itu tidak menghambat pengerjaan berkas penyidikan.

“Nggak, nggak (memperlambat pemberkasan). Kita sudah punya planning kok,” kata Wakil Ketua KPK Saut Situmorang kepada awak media, di kantornya, Jakarta Selatan, Senin, 27 November 2017.

Pemeriksaan saksi-saksi ini, kata Saut Situmorang, bukanlah yang pertama kalinya. Pemeriksaan saksi meringankan merupakan upaya untuk melakukan check and balance terhadap upaya pemberantasan korupsi.

Baca juga: Soal Saksi Meringankan, Kuasa Hukum: Novanto Langsung yang Menunjuk

“Semuanya juga begitu kan. Setiap orang dapat memberi keterangan yang membantu yang bersangkutan, kemudian kan tinggal adu lihai saja dengan KPK,” ujar Saut Situmorang.

Sedangkan mengenai materi pemeriksaan, Saut Situmorang menyebutkan bahwa hal itu diserahkan kepada saksi yang memberi kesaksian. Tugas penyidik hanya mengajukan pertanyaan standar.

“Ya nggak dong, masa ditentukan oleh penyidik. Ya terserah dia (saksi) mau bicara apa. Tapi kan kita tanyanya standar-standar, apa pandangan dia tentang case itu, gitu saja,” kata Saut Situmorang.

Seperti diberitakan sebelumnya, hari ini, KPK mulai memeriksa 12 saksi meringankan yang diajukan oleh kuasa hukum Setya Novanto pekan lalu. Adapun saksi-saksi tersebut terdiri dari 7 politisi Partai Golkar, 4 ahli hukum pidana dan 1 ahli hukum tata negara. (nuch/det)

BAGIKAN
BERITA PILIHAN SPONSOR