Johnson-Silitonga
Kader Partai Golkar melaporkan Ketua Gerakan Muda Partai Golkar (GMPG) Ahmad Doli Kurnia ke Polda Metro Jaya, Jumat, 24 November 2017. (foto: Tribunnews/Glery Lazuardi)

JAKARTA, harianpijar.com – Wakil Ketua DPD II Partai Golkar Jakarta Timur Johnson Silitonga melaporkan Ketua Gerakan Muda Partai Golkar (GMPG) Ahmad Doli Kurnia ke Polda Metro Jaya atas tuduhan telah melakukan pencemaran nama baik melalui media, Jumat, 24 November 2017.

“Dalam pernyataan-pernyataannya GMPG melalui media elektronik, merugikan bagi kami selaku anggota Partai Golkar, dan kewajiban kami untuk menjaga marwah Partai Golkar,” kata Johnson Silitonga usai membuat laporan.

Menurut Johnson Silitonga, dirinya menganggap Ahmad Doli Kurnia kerap melempar isu-isu tak sedap yang sengaja diarahkan ke pimpinan Partai Golkar itu. Sementara, menurutnya hal yang dilontarkan Ahmad Doli Kurnia dianggap telah membuat kegaduhan di internal partai.

“Banyak dan tidak pantas saja. (Misalnya) Dia mengatakan kepemimpinan Partai Golkar ini ofensif terhadap isu-isu korupsi. Padahal kan tidak. Kepemimpinan Partai Golkar ini kolektif kolegial, tidak bisa dibilang seperti itu,” ucap Johnson Silitonga.

“Terus beliau juga mendahului proses hukum, dan beliau mengatakan sudah tahu sebelum putusan hukum,” lanjutnya.

Lebih lanjut, dijelaskan Johnson Silitonga, padahal Ahmad Doli Kurnia tak lagi memiliki kewenangan untuk mengkritisi kepemimpinan partai, lantaran sudah dipecat dari jabatan struktural di DPP Partai Golkar pada Agustus 2017 lalu.

“Dia itu sudah dikeluarkan dari struktur dan dicabut keanggotaannya oleh Golkar,” jelas Johnson Silitonga.

Sementara, dikatakan Johnson Silitonga, Ahmad Doli Kurnia pernah pula menyampaikan pernyataan yang dianggap melecehkan nama Partai Golkar.

“Beliau juga menyampaikan, kalau tidak salah, (Golkar) ‘partai barbar’ atau partai apa gitu. Ada di kliping yang saya bawa ini,” kata Johnson Silitonga.

Selanjutnya, ditegaskan Johnson Silitonga, apabila Ahmad Doli Kurnia ingin menyampaikan kritikan seharusnya hal itu disampaikan di forum, bukan di media massa.

“Oleh karena itu, atas kesadaran saya sebagai anggota dan kader Partai Golkar, juga dukungan dari teman-teman Golkar lainnya untuk melaporkan agar ini tidak jadi preseden buruk,” tegasnya.

Sedangkan, dikatakan Johnson Silitonga, dirinya membawa barang bukti berupa pemberitaan di media online terkait penyataan yang disampaikan Ahmad Doli Kurnia. Laporan Johnson Silitonga sendiri hari ini telah diterima polisi dengan nomor LP/5787/XI/2017/PMJ/Dit. Reskrimsus.

Dalam laporan tersebut, Ahmad Doli Kurnia diduga telah melanggar Pasal 27 ayat 3 Undang-Undang RI Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas Undang-Undang RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.