Megawati-Soekarnoputri
Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri. (foto: google images)

JAKARTA, harianpijar.com – Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri tidak kaget ketika pertamakali mendengar keputusan Bupati Trenggalek Emil Elestianto Dardak maju ke bursa pemilihan gubernur dan wakil gubernur Jawa Timur lewat partai lain.

“Ya itu Ibu Mega biasa saja. Ya namanya proses konsolidasi partai itu kan diuji komitmennya apakah dia menempuh jalan kesetiaan untuk rakyat atau jalan pribadi,” kata Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDIP Hasto Kristiyanto di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur, Kamis, 23 November 2017.

Menurut Hasto Kristiyanto, Emil Elestianto Dardak merupakan anggota partai PDIP. Namun, setelah Emil Elestianto Dardak menerima surat keputusan diusung bersama Khofifah Indar Parawansa oleh Partai Golkar dan Partai Demokrat, PDIP langsung memecatnya.

Sementara, Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri usai menghadiri acara di Cibubur saat dikonfirmasi wartawan secara langsung mengenai Emil Elestianto Dardak, dirinya tidak tertarik untuk menanggapi. Bahkan, Megawati malah menjelaskan soal pelatihan Badan Penanggulangan Bencana PDIP.

“Orang kita nggak janjian loh ya,” kata Megawati Soekarnoputri.

Selanjutnya, Megawati Soekarnoputri langsung meninggalkan wartawan, menuju mobilnya.

Namun, menurut Hasto Kristiyanto, Emil Elestianto Dardak sudah menentukan pilihan. PDIP juga sudah mengusung Saifullah Yusuf dan Abdullah Azwar Anas.

“Nah itu tentu saja pilihan-pilihan setiap manusia bebas mengambil keputusan dan juga keputusan itu posisi politiknya menjadi berbeda dan PDI Perjuangan akan menampilkan sebuah strategi, apalagi kita berkompetisi dengan Demokrat perlu seni tersendiri dalam berkompetisi dengan Demokrat,” tandas Hasto Kristiyanto.

SUMBERSuara
BAGIKAN
BERITA PILIHAN SPONSOR