Abraham-Samad
Abraham Samad.

MAKASSAR, harianpijar.com – Mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad mengatakan, para koruptor sebagai pelaku tindak kejahatan luar biasa yang kecerdasannya di atas rata-rata.

Menurut Abraham Samad, kecerdasan di atas rata-rata itulah yang digunakan para koruptor untuk menghindari jeratan hukum.

“Korupsi dilakukan oleh orang-orang yang kecerdasannya di atas rata-rata. Makanya jangan heran kalau pelakunya bisa manipulasi dan mengelabui aparat penegak hukum, bisa menabrak tiang listrik, atau sakit tiba-tiba. Itu adalah cara-cara yang dilakukan oleh orang yang kecerdasannya di atas rata-rata. kalau di bawah rata-rata dia tak akan mungkin punya ide segila itu,” kata Abraham Samad saat menghadiri acara Tribun Nongki, di Kantor Tribun Timur, Makassar, Rabu, 22 November 2017.

Lebih lanjut, ditegaskan Abraham Samad, dalam teori korupsi orang Amerika, tindakan korupsi disebut kejahatan kerah putih.

“Saking pintarnya dia bisa mengelabui aparat hukum, makanya disebut kerah putih. Aparat juga harus cerdas dalam menghadapi kejahatan luar biasa ini,” tegasnya.

Selanjutnya, Abraham Samad menjelaskan, saat ini korupsi juga mengalami metamorfosis sehingga pelakunya sulit dideteksi, termasuk ke mana aliran dana yang dikorupsi.

“Dulu orang korupsi sederhana saja, suap menyuap, tapi sekarang dalam perkembangan mengalami metamorfosa. Korupsi sekarang agak canggih, secara kasat mata kita tak akan bisa melihat ke mana aliran dananya, dan juga siapa-siapa yang menyimpan dana itu,” tandas Abraham Samad.

SUMBERTribunnews
BAGIKAN
BERITA PILIHAN SPONSOR