Mahfud-MD-2
Mahfud MD. (foto: Antara Foto/Sigid Kurniawan)

JAKARTA, harianpijar.com – Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD menanggapi pernyataan kuasa hukum Setya Novanto, Fredrich Yunadi, yang akan menuntut Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ke pengadilan HAM internasional.

Menurut Mahfud MD, pengadilan tersebut hanya untuk mengadili genosida dan kejahatan kemanusiaan.

Hal itu dirinya sampaikan melalui akun Twitter resminya, @mohmahfudmd, Sabtu 18 November 2017. Lain itu, Mahfud MD menerangkan bahwa genosida dan kejahatan kemanusiaan itu mempunyai arti stipulatif.

“Friedrick akan malaporkan KPK ke Pengadilan HAM Internasional? Hahaha, Jngn2 Friedrick tak tahu bhw pengadilan internasional tsb hanya mengadili genosida dan kejahatan kemanusiaan. Genosida dan kejahatan kemanusiaan itu pny arti stipulatif, Bung. Tak bs disuruh ngurusi Setvov,” tulis Mahfud MD.

Mahfud-MD-tweet-1
. (foto: screenshot Twitter)

Berdasarkan pantauan harianpijar.com hingga pukul 08.50 WIB, tweet Mahfud MD tersebut mendapat respons yang cukup banyak dari para netizen.

Seperti diberitakan, kuasa hukum Setya Novanto, Fredrich Yunadi, mempertanyakan kewenangan KPK terkait penahanan kliennya. Selain itu, Fredrich Yunadi juga mengkritik soal penahanan Setya Novanto yang dalam kondisi sakit.

Menurut Fredrich Yunadi, dirinya menilai penahanan Setya Novanto merupakan bentuk pelanggaran HAM. Karena itu, dirinya berencana menuntut penahanan kliennya ini ke pengadilan HAM Internasional.

“Kemudian juga dalam keadaan sakit cukup serius. Ini kan berarti pelanggaran HAM Internasional yang di mana jelas, saya sudah lihat caranya kerja begini. Kami sudah merencanakan kita akan menuntut di pengadilan HAM Internasional. Jadi saya persiapkan dalam waktu segera,” kata Fredrich Yunadi di RSCM Kencana, Jalan Diponegoro, Jakarta, Jumat, 17 November 2017.

SUMBERdetik
BAGIKAN
BERITA PILIHAN SPONSOR