Fahri-Hamzah-2
Fahri Hamzah. (foto: dok. Kedaipena)

JAKARTA, harianpijar.com – Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah tidak terima kediaman Ketua DPR Setya Novanto di Jalan Wijaya XIII, Kebayoran Baru, Jakarta, Kamis, 16 November 2017 digeledah penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“Saya nggak percaya, kita semua sudah gila,” kata Fahri Hamzah saat dikonfirmasi, Kamis, 16 November 2017.

Menurut Fahri Hamzah, dirinya yakin kalau ada yang berani memerintahkan untuk menjemput paksa Setya Novanto pasti datang dari orang kuat di negara ini.

“Sehingga aparat kepolisian khususnya mau saja ikut-ikutan merusak lembaga negara,” ucap Fahri Hamzah.

Lebih lanjut, dijelaskan Fahri Hamzah, dirinya mendengar rumor soal keterlibatan KPK dalam gerakan politik menarget Setya Novanto untuk menghancurkan seluruh bangunan negara hukum Indonesia.

“Saya mendengar ada rumor tapi saya tidak percaya. Saya tidak percaya bahwa kita semua sudah gila,” jelasnya.

Bahkan, Fahri Hamzah menegaskan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) harus bertanggungjawab apabila hal itu terjadi. “Presiden harus bertanggungjawab, ” tegas Fahri hamzah.

Seperti sebelumnya, juru bicara KPK Febri Diansyah akhirnya angkat bicara soal kedatangan penyidik KPK ke rumah Setya Novanto, tersangka kasus dugaan korupsi e-KTP, di jalan Wijaya, Jakarta Selatan.

“Tim KPK masih berada di lapangan dalam konteks pelaksanaan tugas penindakan KPK,” kata Febri Diansyah, Kamis, 16 November 2017 dini hari, di Kantor KPK, Kuningan, Jakarta Selatan.

Menurut Febri Diansyah, alasan KPK mendatangi rumah Setya Novanto ialah karena panggilan sudah dilayangkan namun Setya Novanto tidak kooperatif.

“KPK mendatangi rumah SN karena sejumlah panggilan sudah dilakukan sebelumnya namun yang bersangkutan tidak menghadiri,” tandasnya.

loading...