Joko-Widodo
Presiden Joko Widodo. (foto: Japan Times)

JAKARTA, harianpijar.com – ‎Presiden Joko Widodo (Jokowi) akhirnya angkat bicara soal alasan Ketua DPR RI Setya Novanto yang menolak memenuhi panggilan pemeriksaan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ketika masih berstatus saksi kasus dugaan korupsi e-KTP.

Karena, Setya Novanto sebelum ditetapkan menjadi tersangka pada Jumat, 10 November 2017 pekan lalu, menolak diperiksa KPK karena KPK tidak mengantongi surat izin dari Presiden Jokowi guna memeriksanya.

“Buka undang-undangnya semua. Buka undang-undangnya, aturan mainnya seperti apa, di situlah diikuti,” kata Presiden Jokowi usai membuka kongres ke-20 Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) di Manado, Rabu, 15 November 2017.

Sementara itu, Wakil Ketua KPK Laode M Syarif sebelumnya menilai alasan Setya Novanto ‎tak memenuhi panggilan KPK dengan alasan pihaknya belum mendapatkan izin dari Presiden, itu hanya mengada-ada.

Menurut Laode M Syarif, tidak ada aturan yang mewajibkan KPK meminta izin Presiden untuk memeriksa Ketua DPR, baik sebagai saksi maupun sebagai tersangka.

“Tidak sama sekali. Tidak harus izin Presiden. Baca sajalah aturannya itu. Itu sudah ada putusan Mahkamah Konstitusi (MK) tidak mewajibkan adanya izin dari Presiden. Alasan itu hanya mengada-ada,” kata Laode M Syarif di Gedung KPK, Jakarta, Senin, 13 November 2017.

loading...