Rizieq-Shihab
Pemimpin Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab. (foto: google images)

JAKARTA, harianpijar.com – Keseriusan kepolisian dalam mengungkap kasus yang menjerat pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab selalu dipertanyakan. Lain itu, kasus dugaan pornografi dalam percakapan yang dilakukan Rizieq Shihab dengan Firza Husein tidak kunjung dituntaskan.

Sementara, pihak kepolisian terbilang lamban dalam mengusut kasus dugaan pornografi tersebut. Bahkan, sudah hampir enam bulan berlalu sejak kasus tersebut diperkarakan (29/5), Rizieq Shihab masih dikabarkan berada di Arab Saudi dan tidak kunjung pulang ke Indonesia.

Menurut Kriminolog Kisnu Widagso, dirinya mempertanyakan apakah kepolisian sudah mengajak kerja sama dengan Organisasi Polisi Kriminalitas Internasional (Interpol) untuk penyidikan kasus Rizieq Shihab.

Karena, menurutnya kepolisian dapat menggunakan Interpol sebagai jembatan untuk mengajukan permohonan kepada pihak negara Arab Saudi yang memberitahukan keberadaan Rizieq Shihab sebagai tersangka di negara tersebut.

Lebih lanjut, Kisnu Widagso menjelaskan, paling mudahnya kerja sama bisa dilakukan langsung antara kepolisian RI dengan Kepolisian Arab Saudi jika urusan Interpol tidak terfasilitasi dalam perjanjian antarnegara.

“Pertanyaannya itu sudah dilakukan belum. Kalau memang dijembatani oleh interpol akan keluar red notice seperti semacam pemberitahuan bahwa Indonesia punya tersangka, mohon bantuannya untuk penegakan hukumnya apakah untuk mengidentifikasi, menemukan ataupun meminta bantuan melakukan penangkapan,” kata Kisnu Widagso saat dikonfirmasi, Minggu, 12 November 2017.

Selanjutnya, juga ditegaskan Kisnu Widagso, ada sejumlah hal yang menjadi pertimbangan polisi ketika dinilai lamban dalam mengungkap kasus, antara lain berkaitan dengan sumber daya manusia dan biaya.

Bahkan, kebimbangan polisi dinilai terkait dengan beberapa hal seperti dampak positif bagi masyarakat dan dampak yang bermanfaat. Selain itu, keberadaan Rizieq Shihab di Arab Saudi membutuhkan biaya besar untuk polisi menjemputnya sementara itu masih banyak kasus besar di dalam negeri.

“Kemudian, apakah kalau kasus ini diungkap keadilan di masyarakat akan terwujud atau tidak, apakah ada imbas positif ke masyarakat atau tidak, biasanya banyak hal yang menjadi pertimbangan polisi,” tegas Kisnu Widagso.

Selain itu, Kisnu Widagso juga menganggap kasus Rizieq Shihab terkait pornografi tidak memberikan dampak terlalu besar bagi masyarakat ketika diungkap. Namun, terlepas dari Rizieq Shihab merupakan tokoh yang dikenal oleh sebagian besar umat Islam.

Bahkan, menurutnya pornografi sendiri merupakan kasus atau hal yang sehari-hari dapat ditemui oleh masyarakat karena kecanggihan dari internet.

“Masih ada kasus yang lebih besar dampaknya seperti terorisme, narkotika atau yang berkaitan dengan anak-anak sebagai korban,” kata Kisnu Widagso.

Sementara, Rizieq Shihab sendiri meski raganya tidak di Indonesia. Namun Rizieq Shihab masih memberikan pengaruh terhadap kelompoknya.

Terlihat dalam sejumlah aksi organisasi kemasyarakatan yang berafiliasi Islam, Rizieq Shihab dengan leluasa ikut berbicara melalui kecanggihan teknologi seperti video call atau telepon dengan telepon genggam.

Selanjutnya, orasi Rizieq Shihab pernah terdengar saat aksi 299 di depan Gedung DPR MPR RI, Jumat, 29 September 2017 lalu. Sedangkan, suara pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab terdengar dari pengeras suara yang terpasang pada mobil komando aksi.

Dalam orasi Rizieq Shihab saat itu menggarisbawahi pada kebangkitan PKI. “Omong kosong kalau yang mengatakan PKI tidak akan bangkit atau PKI sudah final, tidak akan bangkit lagi, omong kosong. PKI sudah akan bangkit lagi. PKI akan melibas kita semua kalau tidak merapatkan barisan sekarang,”  kata Rizieq Shihab saat itu.

Selanjutnya, suara Rizieq Shihab juga kembali terdengar saat peringatan satu tahun Aksi Bela Islam 411. Peringatan itu memperdengarkan ceramah Rizieq Shihab yang direkam dalam telepon genggam dan ceramahnya tidak jauh tentang perjuangan sejumlah Aksi Bela Islam dan hukuman kepada penista agama.

Bahkan, pada Sabtu, 11 November 2017 baru lalu, suara Rizieq Shihab juga terdengar dalam acara tabligh akbar bertema Garut Bumi Islam di Kabupaten Garut, Jawa Barat. Rizieq Shihab ceramah melalui telepon genggam lantaran dihubungi oleh menantunya, Alatas, yang hadir di acara tersebut.

Dalam ceramahnya, Rizieq Shihab mengingatkan supaya semua umat Muslim bersatu dan jangan sampai terpecah belah.

SUMBERCNNIndonesia
BAGIKAN
BERITA PILIHAN SPONSOR