Idrus-Marham
Sekretaris Jenderal Partai Golkar Idrus Marham. (foto: google images)

JAKARTA, harianpijar.com – Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Golkar Idrus Marham mengatakan, tidak ingin ikut campur terkait Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto yang dikabarkan akan kembali dijadikan tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam kasus e-KTP. Lain itu, pihaknya hanya menyerahkan sepenuhnya kepada kuasa hukum Setya Novanto.

“Kami sudah sepakat Pak Novanto telah memiliki penasihat hukum. Oleh karena itu, terkait penjelasan hukum ditanyakan pada penasihat hukumnya,” kata Idrus Marham saat dikonfirmasi di DPP Partai Golkar, Slipi, Kamis, 9 November 2017.

Menurut Idrus Marham, dirinya yakin kuasa hukum Setya Novanto akan memberikan pertimbangan yang baik, supaya proses hukum yang dilalui berjalan sesuai fakta hukum. Karena itu, Partai Golkar menghargai apapun yang diputuskan KPK terhadap ketua umumnya.

“Bagi Partai Golkar, proses-proses yang ada selama ini kita hargai KPK. Tapi pada saat yang sama juga, saya ingin supaya azas praduga tak bersalah tetap dihargai oleh masyarakat,” ucap Idrus Marham.

Sementara, sebelumnya sempat beredar selembar kertas yang bertuliskan surat pemberitahuan dimulainya penyidikan (SPDP) atas nama Setya Novanto di kalangan wartawan. Namun, KPK membantah kebenaran surat tersebut.

Kemudian, setelah beberapa hari laporan polisi oleh pelapor bernama Sandy Kurniawan, yang diketahui adalah salah seorang kuasa hukum Setya Novanto terhadap pimpinan KPK ditindaklanjuti oleh Mabes Polri.

Sedangkan, pelapor melaporkan Wakil Ketua KPK, Saut Situmorang dengan dugaan tindak pidana membuat surat palsu dan menggunakan surat palsu dan penyalahgunaan wewenang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 253 KUHP Jo Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP dan atau pasal 421 KUHP.

Atas laporan dengan nomor LP/1028/X/2017/Bareskrim ‎tertanggal 9 Oktober 2017, penyidik telah memeriksa enam saksi, tiga ahli pidana, satu ahli hukum tata negara, dan melakukan gelar perkara.

Selanjutnya, pada tanggal 7 November 2017‎ penyidik resmi menaikkan status kasus dari penyelidikan ke penyidikan. Namun, status Agus Rahardjo dan Saut Situmorang masih sebagai terlapor dan belum dilakukan pemeriksaan.

SUMBERTribunnews
BAGIKAN
BERITA PILIHAN SPONSOR