Andrea-Dovizioso
Andrea Dovizioso. (foto: instagram/andreadovizioso)

harianpijar.com – Pembalap Ducati, Andrea Dovizioso, sadar bahwa dirinya sulit menjadi juara dunia MotoGP tahun ini. Mengingat dirinya berselisih poin cukup jauh yakni 21 poin, dari pembalap andalan Repsol Honda Marc Marquez.

Dovizioso sendiri diwajibkan menang pada balapan MotoGP Valencia yang akan digelar, Minggu, 12 November 2017, jika ingin berpeluang menjadi juara.

Namun, menang saja juga tidak cukup jika Marquez masih finis di posisi 11 besar. Marquez harus finis diluar posisi itu baru Dovizioso bisa merebut gelar juara dunia.

Di luar itu, jalannya balapan sendiri nampaknya berat bagi Dovizioso. Karena di Valencia, Marquez akan balapan di hadapan publiknya sendiri.

“Kami datang ke Valencia dengan selisih poin yang besar dari Marc Marquez dan di trek di mana dia sangat baik. Jadi, kami tahu ini akan menjadi sulit,” ujar Andrea Dovizioso seperti dilansir dari laman tim Ducati, Kamis, 9 November 2017.

Sementara itu, sirkuit Ricardo Tormo bukanlah sirkuit yang ramah bagi pembalap asal Italia dan motor Ducati selama ini. Tercatat hanya Marco Melandri, pembalap asal Italia, yang berhasil menaklukkan Sirkuit Ricardo Tormo pada 2005 lalu.

Sedangkan kemenangan terakhir Ducati di sirkuit itu dipersembahkan oleh Casey Stoner pada tahun 2007, saat dirinya masih membela tim Ducati.

Selama turun di kelas MotoGP, hasil terbaik Dovizioso di Sirkuit Ricardo Tormo adalah finis ketiga pada 2011 lalu, tapi itupun bukan dengan motor Ducati melainkan dengan Honda saat masih memperkuat tim Repsol. Adapun bersama Ducati, Dovizioso berhasil finis keempat pada tahun 2014. (nuch/kom)

BAGIKAN