Megawati-Soekarnoputri
Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri. (foto: google images)

JAKARTA, harianpijar.com – Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri dilaporkan ulama Pondok Pesantren Al Ishlah Pamekasan M Ali Salim, ke Polda Jawa Timur, pada pukul 14.00 WIB, Rabu, 8 November 2017 kemarin.

Lain itu, Megawati Soekarnoputri dilaporkan dengan tuduhan melakukan perbuatan yang menyatakan permusuhan atau kebencian atau penghinaan terhadap golongan tertentu pada pidato HUT PDIP tanggal 10 Januari 2017 lalu.

Menurut Wakil Sekretaris Jenderal DPP PDIP Ahmad Basarah, pihaknya curiga dengan motivasi pelapor Megawati Soekarnoputri.

“Patut dicurigai sebagai upaya untuk memulai mengobarkan isu SARA dalam pilkada Jawa Timur,” kata Ahmad Basarah dalam pernyataan tertulisnya, Kamis, 9 November 2017.

Lebih lanjut, ditegaskan Ahmad Basarah, peristiwa pidato Megawati Soekarnoputri pada HUT PDIP yang ke-44 telah terjadi 11 bulan yang lalu, tepatnya tanggal 10 Januari 2017, mengapa baru sekarang dilaporkan.

“Tetapi mengapa baru dilaporkan tanggal 8 November 2017 ketika tahapan pilkada Jatim baru dimulai digelar,” tegasnya.

Selanjutnya, Ahmad Basarah juga mengimbau kader-kader PDIP Jawa Timur dan seluruh tim pendukung Saifulloh Yusuf dan Abdullah Azwar Anas sebagai calon gubernur dan wakil gubernur Jawa Timur agar tidak terpancing dengan propaganda dan provokasi yang dilakukan oleh berbagai pihak.

Karena hal ini, menurutnya, untuk menciptakan instabilitas sosial dan politik dengan mengobar-ngobarkan isu SARA.

Selain itu, juga dijelaskan Ahmad Basarah, PDIP dapat memahami, dalam sistem negara hukum Indonesia, tiap warga negara dapat melaporkan siapapun ke kepolisian. Tetapi, tidak semua laporan itu wajib ditindaklanjuti polisi ke tingkat penyelidikan atau penyidikan apabila tidak memenuhi unsur pidana.

Apalagi, menurutnya jika laporan ke polisi tersebut didasari motif menimbulkan masalah SARA yang dapat menciptakan konflik sosial di tengah-tengah masyarakat.

“Kami percaya sepenuhnya, Polda Jawa Timur akan berhati-hati dan sigap menangani kasus ini sehingga tidak berkembang menjadi masalah sosial yang dapat mengganggu ketertiban masyarakat di Jawa Timur. Mari sama-sama kita ciptakan pilkada Jatim yang aman, tertib dan damai dengan tetap menjaga persaudaraan kebangsaan kita bersama,” tandas politisi PDIP itu.

loading...