Ahmad-Doli-Kurnia
Ahmad Doli Kurnia. (foto: Dok. Liputan6)

JAKARTA, harianpijar.com – Ketua Generasi Muda Partai Golkar (GMPG) Ahmad Doli Kurnia menuding Luhut Binsar Panjaitan berada dibelakang Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto.

Hal itu, menurut Ahmad Doli Kurnia, dapat terlihat dari pernyataan, sikap, dan gerakan Luhut Binsar Panjaitan sendiri.

“SN (Setya Novanto) pun semakin ‘melangit’ ketika LBP (Luhut Binsar Panjaitan) yang dikenal sangat dekat dengan Presiden Jokowi berkali-kali menunjukkan berada di belakang SN. Hal itu dapat dilihat baik dari pernyataan, sikap, dan gerakannya,” kata Ahmad Doli Kurnia seperti dilansir dari detik, Kamis, 2 November 2017.

Lebih lanjut Ahmad Doli Kurnia mencontohkan alasan di balik tudingannya tersebut. Dirinya lantas mengungkit pernyataan Luhut Binsar Panjaitan dalam Rapimnas Partai Golkar yang digelar pada 21 Mei 2017 lalu.

“Dalam Rapimnas Golkar lalu, LBP secara terbuka mengatakan bahwa Golkar tidak usah pusing dan urus masalah hukum SN karena KPK sudah ada yang urus, katanya. SN masuk rumah sakit pun LBP lah orang pertama yang menjenguk dan menyatakan empati kepadanya,” ungkap Ahmad Doli Kurnia.

Selain itu, Luhut Binsar Panjaitan juga dituding sebagai orang yang memasukkan sejumlah jenderal dalam struktur kepengurusan Partai Golkar.

“Terakhir, LBP pun ikut andil dalam memasukkan sejumlah jenderal dalam kepengurusan DPP PG,” kata Ahmad Doli Kurnia.

Menurut Ahmad Doli Kurnia, hal tersebut lantas membuat Setya Novanto cs merasa setara dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Karena, kata Ahmad Doli Kurnia, Setya Novanto merasa dapat mengendalikan institusi penegak hukum.

“Institusi penegak hukum di bawah kendali, sejumlah jenderal, baik TNI maupun Polri, berada di belakangnya, ditambah pula dukungan penuh LBP yang mereka sebut mewakili Istana. Wajarlah kemudian SN selalu mangkir bila dipanggil KPK,” tandas Ahmad Doli Kurnia. (nuch/det)

loading...