Irjen-Setyo-Wasisto
Irjen Setyo Wasisto. (foto: google images)

JAKARTA, harianpijar.com – Pihak kepolisian menyebut dua terduga teroris yang menemui ajalnya dalam baku tembak di Bima adalah anggota Jamaah Ansharut Tauhid (JAT) Bima.

Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto mengatakan, kelompok ini masih berhubungan erat dengan kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) pimpinan Santoso alias Abu Wardah.

“Dari data yang saya tahu, kelompok di Poso ada link kuat dengan kelompok Bima. Dan orangnya bolak-balik,” kata Irjen Setyo Wasisto di kompleks Mabes Polri, Jakarta, Selasa, 31 Oktober 2017.

Selain itu, kelompok Santoso sering keluar masuk Bima, begitu pun sebaliknya. Tak hanya itu, anggota teroris di Bima juga mendapat instruksi langsung dari Santoso semasa hidup untuk melancarkan aksi teror.

“Mereka bergerak di bima dan mereka dapat perintah-perintah untuk melakukan aksi di Bima,” ujar Irjen Setyo Wasisto.

Seperti diketahui, dua teroris yang tewas dalam baku tembak bernama Amir alias Dance dan Yaman. Amir alias Dance bahkan terlibat dalam penyerangan dua polisi di Bima, bulan September lalu.

Kedua polisi yang menjadi korban adalah anggota Polres Bima Kota yakni Bripka Jainal, anggota Sat Sabhara dan Bripka Gafur, anggota Polsek langgudu.

Keduanya ditembak di lokasi berbeda seusai mengantar anak ke sekolah. (nuch/kom)

BAGIKAN
BERITA PILIHAN SPONSOR