Febri-Diansyah-1
Juru bicara KPK Febri Diansyah. (foto: google images)

JAKARTA, harianpijar.com – Tersangka kasus pemberian keterangan palsu Miryam S Haryani dituntut pidana penjara selama 8 tahun oleh jaksa penuntut umum Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Lain itu, Miryam S Haryani juga dituntut denda sebesar Rp300 juta subsidair 6 bulan kurungan.

Selain itu, jaksa KPK menilai Miryam S Haryani terbukti memberikan keterangan palsu di persidangan perkara e-KTP. Selanjutnya, dalam surat tuntutan yang dibuat oleh KPK, salah satu barang bukti yang digunakan oleh penuntut umum dalam perkara ini adalah 5 lembar screenshot percakapan melalui aplikasi WhatsApp.

Percakapan tersebut adalah antara Elza Syarief dengan Deisti Novanto, yang merupakan istri dari Ketua DPR RI Setya Novanto. Belum diketahui apa isi percapakan tersebut.

Namun, menurut juru bicara KPK Febri Diansyah, dirinya memastikan penyidik tidak sembarangan dalam menyita suatu barang bukti. Lain itu, setiap barang bukti yang disita penyidik dipastikan memang punya keterkaitan dengan kasus tersebut, termasuk bukti percakapan istri Setya Novanto.

“Bukti-bukti yang kami sita selama proses penyidikan dan digunakan di proses persidangan termasuk dilampirkan dituntutan itu tentu memiliki informasi yang terkait dengan perkara yang sekarang ditangani,” kata Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Jumat, 27 Oktober 2017.

Sementara, juga ditegaskan Febri Diansyah, Miryam S Haryani duduk sebagai terdakwa karena diduga memberikan keterangan palsu (bohong) saat dihadirkan sebagai saksi dalam sidang kasus e-KTP. Karena itu, kasus Miryam S Haryani tidak bisa dipisahkan dengan kasus e-KTP.

“Kasus dengan terdakwa Miryam ini tidak bisa dilepaskan, atau saling terkait dengan kasus e-KTP itu sendiri, karena Miryam diduga memberikan keterangan tidak benar untuk materi perkara kasus e-KTP atau perkara induknya. Jadi ada saling keterkaitan kasus e-KTP dan kasus memberikan keterangan tidak benar itu,” tegas Febri Diansyah.

Sedangkan, percakapan WhatsApp antara Elza Syarief dengan Istri Setya Novanto juga sempat terungkap dari kesaksian Farhat Abbas dalam persidangan. Saat itu, Farhat Abbas membenarkan bahwa Deisti Novanto ada komunikasi yang intinya ingin bertemu dengan Elza Syarief.

Lebih lanjut, dikatakan Farhat Abbas, dirinya yang mendapat cerita dari Elza Syarief, menyebut bahwa Deisti Novanto ingin bertemu untuk membicarakan suatu persoalan. Bahkan dalam persidangan, Farhat Abbas menyebut bahwa pertemuan itu memang jadi terlaksana. Lain itu, pertemuan itu terjadi sebelum Elza Syarief diperiksa sebagai saksi untuk kasus e-KTP di KPK.

Namun, dijelaskan Farhat Abbas, dirinya enggan berkomentar soal adanya perubahan keterangan Elza Syarief dalam BAP soal pertemuan itu. Perubahan tersebut tidak membantah soal pertemuan, hanya mengubah soal tujuan pertemuan, kendati tidak disebutkan tujuan lain yang dimaksud.

“Hanya upaya pertemuan, tapi belakangan sudah ketemu tapi mungkin di BAP berikutnya mereka klarifikasi hanya untuk tujuan lain, saya tidak tanya lagi apa yang dibicarakan,” jelas Farhat Abbas saat bersaksi di Pengadilan Tipikor Jakarta, 4 September 2017 lalu.

Selain itu, Farhat Abbas juga menceritakan bahwa hal tersebut sesuai dengan penuturan Elza Syarief kepada dirinya selaku pengacara Elza Syarief.

Sementara, menurut Elza Syarief, dirinya tidak menampik soal adanya percakapan itu. Namun, dirinya tidak menjelaskan lebih lanjut soal isi percakapannya dengan istri Setya Novanto tersebut.

“Tunggu saja di pengadilan dan di sidang Yani (Miryam S Haryani-red) sudah saya jelaskan,” kata Elza Syarief.

SUMBERKumparan
BAGIKAN
BERITA PILIHAN SPONSOR