Prabowo-Subianto-2
Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.

JAKARTA, harianpijar.com – Revolusi Putih salah satu program unggulan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto kembali digaungkan. Lain itu, program unggulan tersebut diusulkan melalui Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Selajutnya, usulan tersebut disampaikan ke Gubernur DKI Jakarta oleh Adik Prabowo Subianto, Hashim Djojohadikusumo yang mendatangi langsung Anies Baswedan di Balai Kota pada Kamis, 26 Oktober 2017 kemarin. Bahkan, menurutnya Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sudah setuju dengan program tersebut.

“Kami tadi sempat ketemu Pak Anies. Kami bicara cukup lama. Saya sampaikan beberapa hal dan beliau sudah setuju. Pertama adalah program tambahan makanan untuk pelajar sekolah,” kata Hashim Djojohadikusumo usai bertemu Gubernur.

Menurut Hashim Djojohadikusumo, semua pelajar di DKI Jakarta baik dari sekolah negeri maupun swasta yang tidak mampu akan dapat makanan gratis melalui gerakan Revolusi Putih ini.

“Pada semua murid dan pelajar di DKI dari sekolah negeri dan sekolah swasta yang tidak mampu akan dapat makanan gratis berupa susu, kacang hijau, dan telur rebus. Itu nanti setiap hari sekolah,” ucap Hashim Djojohadikusumo.

Sebelumnya diketahui, program Revolusi Putih muncul sejak Pemilihan Presiden 2009 lalu, dimana saat Prabowo Subianto menjadi calon wakil presiden. Bahkan, Prabowo Subianto tidak hanya memberikan susu kambing gratis, tapi juga biaya pendidikan.

Sementara, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan juga pernah menerapkan Revolusi Putih saat dirinya menjabat sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dan program itu kini hendak dibawa lagi ke Jakarta.

Bahkan, menurut Anies Baswedan, dirinya juga setuju karena menurutnya Revolusi Putih sesuai dengan slogan ‘Maju Kotanya, Bahagia Warganya’.

“Itu pernah jadi program di pemerintah pusat, waktu saya jadi Menteri Pendidikan, salah satunya program kami membuat yang namanya program makanan sehat untuk anak-anak. Ada yang bentuknya sarapan. Itu tadi usulan. Kita terima usulannya. Nanti kita lihat di Jakarta implementasinya seperti apa, bertahap,” kata Anies Baswedan di Balai Kota.

Sedangkan, Menteri Kesehatan (Menkes) Nila Djuwita F Moeloek mengatakan, dirinya kurang setuju dengan program Revolusi Putih gagasan Prabowo Subianto tersebut.

“Saya agak enggak setuju. Susu kalian tahu dapat dari mana? Dari sapi. Cukup enggak sapi kita? 250 juta penduduk mesti dapat dari mana,” kata Nila Djuwita F Moeloek di Istana Negara, Jakarta, pada Kamis, 26 Oktober 2017.

Menurut Nila Djuwita F Moeloek, susu bisa digantikan dengan ikan yang juga kaya akan protein. Jumlah ikan di Indonesia lebih banyak ketimbang sapi perah. “Jadi kalian harus mau makan ikan. Bu Susi (Menteri Perikanan dan Kelautan-red) sudah capek-capek nenggelamin kapal pencuri ikan, masa kalian tidak mau makan ikan,” tandas Menkes RI itu.

loading...