fahri-hamzah-1-1
Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah.

JAKARTA, harianpijar.com – Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah menyebut perpecahan yang berlarut-larut di Jakarta disebabkan oleh Pilkada.

Menurut Fahri hamzah, ke depan tidak perlu ada lagi kontestasi semacam itu. Karena, dampaknya sangat masif mengingat Jakarta adalah Ibu Kota Negara.

“Saya termasuk yang mengusulkan enggak usah ada Pilkada di DKI Jakarta, karena ini rawan,” kata Fahri Hamzah di gedung MUI, Jakarta, Rabu, 25 Oktober 2017 kemarin.

Lebih lanjut, dijelaskan Fahri Hamzah, Pilkada DKI 2017 menjadi contoh betapa tidak efektifnya pemilihan Kepala Daerah di Ibu Kota. Karena, sedikit isu yang sensitif dan diangkat ke permukaan akan mendapat respons yang buruk. Terlebih isu yang digoreng oleh oknum-oknum Pilkada yakni seputar Agama.

Selanjutnya, dari fakta itu, sesuatu yang terjadi di Jakarta sedikit banyak membawa pengaruh di daerah lain, tingkatannya menuju ke arah nasional. Bahkan, Ibu Kota adalah wajah Indonesia yang sesungguhnya. Sementara alasan lainnya, wilayah Ibu Kota ditinggali banyak kaum cendekiawan.

Selain itu, banyak pemimpin bangsa yang milih tinggal di Jakarta, sehingga harus dipikirkan kondusifitas wilayahnya. Saat Pilkada berlangsung membawa dampak yang tidak bagus.

Karena itu, dikatakan Fahri Hamzah, dirinya menyarankan tidak perlu digelar lagi. Dirinya lebih memilih konsensus oleh DPRD DKI Jakarta dalam menentukan Gubernur dan Wakil Gubernur.

“Saya lebih setuju dipilih oleh DPRD,” kata Fahri Hamzah.

Sementara, Fahri Hamzah juga memberikan saran terhadap Gubernur DKI Anies Baswedan dan Wakil Gubernur Sandiaga Uno, untuk bertindak selayaknya pemimpin.

Terutama memberi solusi terhadap masalah yang menimpa Ibu Kota. Tidak hanya banjir, kemacetan dan kesenjangan saja, perpecahan pasca Pilkada juga harus ditanggulangi.

“Gubernur baru kalau bisa itu datang mengakhiri ketegangan itu. Enggak usah mengintertain lah, ketegangan-ketegangan itu, enggak usah ada perayaan kemenangan yang berlebihan, saya terus terang di Jakarta enggak terlalu setuju politik,” tandas Fahri Hamzah.

loading...