Hasto-Kristiyanto-1
Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto. (foto: Nusantaranews/Eriec Dieda)

BANDUNG, harianpijar.com – Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan (Sekjen PDIP) Hasto Kristiyanto menghadiri Silaturahmi dan Curah gagasan Bakal Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat yang diselenggarakan DPD PDIP Jabar.

Lain itu, kehadiran Hasto Kristiyanto dalam acara yang digelar di Hotel Horison Bandung, Rabu, 25 Oktober 2017 tersebut, diutus secara langsung oleh Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.

Menurut Hasto Kristiyanto, dirinya menyampaikan pesan Megawati mengenai kekayaan budaya Jabar yang juga sebagai daerah lumbung pangan. Karena itu, Curah Gagasan ini diharapkan menjadi momentum bahwa kepemimpinan Jabar ke depan haruslah mengedepankan aspek budaya dan juga yang bisa mengoptimalkan Jabar kembali sebagai daerah lumbung pangan nasional.

“Curah Gagasan ini menjadi momentum untuk membangun komitmen kerakyatan PDI Perjuangan. Agar ketika menghadapi pilkada tidak sekadar pertarungan menang kalah, tetapi juga soal bagaimana gagasan membangun Jabar yang penuh kebudayan,” kata Hasto Kristiyanto dalam sambutannya dihadapan para bakal calon dan tokoh yang hadir.

Lebih lanjut, ditegaskan Hasto Kristiyanto, perjuangan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri saat menjadi anggota DPR kala itu memperjuangkan agar daerah Jawa Barat khususnya Bekasi dan Karawang dipertahankan sebagai daerah lumbung pangan.

“Tetapi upaya itu gagal. Makanya untuk daerah Jabar ini, saat saya pamit menghadiri acara ini Beliau (Ibu Megawati-red) menitipkan cerita singkat tentang Jabar yang dikaruniai kekayaan alam luar biasa, menjadi lumbung pangan dengan tradisi kebudayaan yang beragam dan indah. Jabar juga dikaruniai sungai yang juga membangun peradaban, mengalir aliran sungai yang begitu jauh sampai ke Jakarta, Banten dan sebagainya,” tegas Hasto Kristiyanto.

Karena itu, dikatakan Hasto Kristiyanto, kepada seluruh bakal calon dirinya mengharapkan bisa menyampaikan gagasan terbaik. Lain itu, Pilkada tidak dapat diartikan secara sempit hanya memperbutkan kekuasaan, tapi momentum membangun masa depan, membangun tatanan besar kebangsaan dan membangun kebudayaan.

“Kata Ibu Mega, Sunda kaya dengan tradisi kebudayaan yang sering mengalami proses modernisasi sehingga begitu rentan dan terancam. Untuk itu maka saya tampilkan sebuah lagu karena Aku Melihat Indonesia, lagu dari puisi Bung Karno yang kemudian dijadikan lagu oleh Mas Prananda Prabowo,” kata Hasto Kristiyanto.

Selanjutnya, Hasto Kristiyanto juga menyampaikan, berbicara tentang menjadi pemimpin adalah berbicara bagaimana membangun kebudayaan dan menbumikan Pancasila. Kita tidak bisa melepaskan dari syarat penting bahwa kita harus ada rasa cinta yang berkobar terhadap tanah air Indonesia.

“PDI Perjuangan berharap agar pilkada melahirkan pemimpin visioner yang membumi pada problematika rakyat, dan dengan kepemimpinannya mampu meretas jalan kemajuan yang bertumpu pada jati diri bangsa,” tandasnya.

Sementara, menurut Ketua DPD PDIP Jawa Barat TB Hasanuddin menyampaikan, acara Curah Gagas ini bukan debat dan juga bukan uji publik. Ini hanya sebuah acara untuk meyampaikan gagasan oleh tokoh yang sudah dijaring oleh PDIP dalam rangka untuk kepemimpinan Jawa Barat.

“Kami ingin pembicaraan soal hal strategis seperti soal kepemimpinan di Jabar dilakukan secara transparan dan terang benderang. Suasana kebatinan ini harus kita tumbuhkan bahwa jabatan itu amanah yang harus dijalankan sebagaimana mestinya. Bukan hal yang harus direbut dan dipertarungkan dengan berbagai cara,” kata TB Hasanuddin.

Sedangkan, pada acara tersebut Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto hadir didampingi Wakil Sekjen DPP PDIP Bidang Kerakyatan Eriko Sotarduga. Sementara, jajaran DPD PDIP selaku tuan rumah yang hadir diantaranya Ketua DPD PDIP Jabar TB Hasanuddin dan Bendahara Waras Wasisto.

Selanjutnya, Sekretaris DPD PDIP Jawa Barat Abdi Yuhana menjadi salah satu bakal calon yang ikut dalam Curah Gagasan. Selain Abdi Yuhana, yang menyampaikan gagasan dalam acara tersebut yakni Wagub Jabar Deddy Mizwar, Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi, Sekda Jabar Iwa Karniwa, mantan kapolda Jabar Anton Charliyan, dan Puti Guntur Soekarno.

SUMBERRepublika
BAGIKAN
BERITA PILIHAN SPONSOR