menhan-RI-Menhan-AS
Menhan RI Ryamizard Ryacudu dan Menhan AS James Mattis. (foto: Dok. Kementerian Pertahanan AS)

MANILA, harianpijar.com – Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS) James Mattis menyampaikan permintaan maaf atas insiden penolakan terhadap Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo masuk ke wilayah AS, Minggu, 22 Oktober 2017 baru lalu, kepada Menteri Pertahanan RI Ryamizard Ryacudu.

Menurut James Mattis, hal itu diharapkan tidak akan terulang kembali mengingat hubungan kerja sama pertahanan yang telah terjalin baik selama ini.

Sementara, Menhan Ryamizard Ryacudu juga berharap apapun masalah yang melatarbelakanginya dapat segera diselesaikan oleh Pemerintah AS dan hal ini tidak akan mengganggu hubungan baik kedua negara, terutama dalam bidang pertahanan.

Seperti dalam keterangan tertulis Kementerian Pertahanan RI yang diterima, Selasa, 24 Oktober 2017, pertemuan kedua Menhan ini dilakukan di sela-sela Sidang ke-11 ADMM dan Sidang ke-4 ADMM PLUS yang dihelat di Clark, Pampanga, Filipina.

Sedangkan Insiden penolakan Jenderal Gatot Nurmantyo masuk ke AS berawal dari ia hendak menghadiri acara Chiefs of Defense Conference on Countering Violent Extremist Organization pada 23-24 Oktober di Washington DC. Namun, saat hendak berangkat dirinya ditolak masuk.

Bahkan, hal tersebut membuat semua pihak menjadi geram. Lantaran, Jenderal Gatot Nurmantyo mendapat undangan resmi dari rekan dan seniornya, Jenderal Joseph F Dunford Jr.

Sementara, Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjend Wuryanto menanggapi pelarangan masuknya Panglima TNI ke wilayah AS oleh US Custom and Border Protection. Lain itu, pada Sabtu, 21 Oktober 2017, posisi Jenderal Gatot Nurmantyo beserta delegasi masih berada di Bandara Soekarno-Hatta dan hendak check-in.

Lebih lanjut, menurut Mayjend Wuryanto, Panglima TNI yang sudah siap berangkat menggunakan maskapai penerbangan Emirates. Namun, beberapa saat sebelum keberangkatan ada pemberitahuan dari maskapai penerbangan bahwa Panglima TNI beserta delegasi tidak boleh memasuki wilayah AS.

Padahal, ditegaskan Mayjend Wuryanto, saat itu Jenderal Gatot Nurmantyo dan delegasi sudah mengantongi visa dari AS untuk hadir dalam acara tersebut.

Selain itu, Menteri Luar Negeri RI Retno LP Marsudi pun sudah memanggil Wakil Duta Besar AS Erin Elizabeth McKee untuk meminta penjelasan, karena Duta Besar AS untuk Indonesia, Joseph R Donovan sedang tidak ada di Jakarta.

loading...