Jenderal-Tito-Karnavian-1
Kapolri Jenderal Tito Karnavian. (foto: Dok. Reuters)

JAKARTA, harianpijar.com – Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Tito Karnavian menyampaikan penggerebekan oleh polisi pada sejumlah tempat hiburan yang terindikasi gay dilakukan berdasarkan undang-undang. Lain itu, faktor penegakan hukum menjadi pegangan utama Polri dalam melakukan penggerebekan tempat hiburan tersebut.

“Ada undang-undangnya, yaitu undang-undang pornografi,” kata Jenderal Tito Karnavian saat dikonfirmasi di rumah dinasnya, Jakarta, Senin, 23 Oktober 2017.

Menurut Jenderal Tito Karnavian, saat ditanya terkait faktor LGBT, Polri lebih menekankan pada aspek penegakan hukum. Namun, aspek lain juga turut menjadi alasan yang memperkuat Polri untuk melakukan penggerebekan.

“Kemudian apakah karena LGBTnya? secara hukum menilik hukum yang kuat hukum nasional, tapi ini merupakan persoalan sosial, persoalan kebudayaan, bahkan persoalan keagamaan,” ucap Jenderal Tito Karnavian.

Lebih lanjut, ditegaskan Jenderal Tito Karnavian, meski terdapat faktor-faktor tersebut, yang menjadi prinsip utama polisi dalam bergerak adalah aspek penegakan hukum yang berlaku. Proses yang dilakukan polisi juga berupaya mencegah terjadinya konflik lanjutan.

“Meskipun tetap dalam rangka pemeliharaan ketertiban, kami pun tentunya melakukan langkah-langkah pro-aktif untuk mencegah jangan sampai terjadi konflik, kekerasan dan lain-lain,” tegas mantan Kapolda Metro Jaya itu.

Sementara diketahui, belakangan ini polisi melakukan penggerebekan pada sejumlah tempat yang diduga terlibat pornografi gay. Lain itu, dua tempat terakhir yang digerebek polisi terkait aktivitas pornografi gay adalah T1 Dpa di bilangan Harmoni, Jakarta Pusat dan Atlantis Gym di Jakarta beberapa bulan lalu.

SUMBERRepublika
BAGIKAN
BERITA PILIHAN SPONSOR