argo-yuwono
Kombes Argo Yuwono. (foto: detik/Ari Saputra)

JAKARTA, harianpijar.com – Kepolisian Daerah (Polda) Metro Jaya telah menetapkan penanggung jawab dan koordinator aksi memperingati tiga tahun pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) sebagai tersangka.

Lain itu, aksi yang digelar hari Jumat, 20 Oktober 2017 baru lalu, di depan Istana Merdeka tersebut berujung ricuh.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono menyebutkan, kedua tersangka tersebut berinisial PL dan WWN.

“Pertama adalah sebagai penanggung jawab, kedua yang memandu kegiatan di lapangan,” kata Kombes Argo Yuwono, di Polda Metro Jaya, Senin, 23 Oktober 2017.

Lebih lanjut, dijelaskan Kombes Argo Yuwono, keduanya belum sempat dimintai keterangan oleh penyidik. Namun, hari ini penyidik telah mengagendakan pemeriksaan PL dan WWN namun keduanya mangkir.

“Belum ada, tadi informasi dari lawyer-nya (PL dan WWN) tidak hadir,” jelas Kombes Argo Yuwono.

Sementara, dalam kasus ini kepolisian telah menetapkan 16 orang sebagai tersangka. Tetapi, hanya dua orang yang sudah ditahan, yakni IM dan MAS.

Atas perbuatannya, IM dan MAS dijerat dengan Pasal 160 KUHP tentang penghasutan, Pasal 216 KUHP dan Pasal 218 KUHP tentang tidak menghormati dan mematuhi perintah petugas kepolisian dengan ancaman enam tahun penjara.

Seperti diketahui, aksi unjuk rasa dari elemen buruh dan mahasiswa di depan Istana Merdeka itu berujung ricuh.

Kericuhan terjadi lantaran peserta aksi menolak untuk dibubarkan. Mereka bertahan ingin bertemu Presiden Jokowi. Padahal, saat itu waktu sudah menunjukkan pukul 23.50 WIB.

SUMBERKompas
BAGIKAN
BERITA PILIHAN SPONSOR