Fadli-Zon-2
Fadli Zon.

JAKARTA, harianpijar.com – Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon melihat tiga tahun pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi)  dan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) masih banyak janji-janji kampanye yang belum terealisasi. Bahkan, dikatakan Fadli Zon capaian pemerintah saat ini, masih jauh dari harapan.

“Kalau disuruh kasih angka 1 sampai 10, saya kasih angka 5,” kata Fadli Zon saat diskusi di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat, 20 Oktober 2017.

Menurut Fadli Zon, dirinya membuat polling lewat akun Twitter @fadlizon, soal persepsi hidup masyarakat di tiga tahun pemerintahan Jokowi-JK. Selanjutnya, dari 7.400 orang yang mengisi polling, 66 persen mengaku hidup semakin susah.

“Saya kira ini bisa menunjukkan, saya lihat juga di beberapa polling lain di sosial media rata-rata mengatakan kehidupan lebih sulit,” ucap Fadli Zon.

Lebih lanjut, ditegaskan Fadli Zon, banyak program kerja pemerintah yang kelihatan seolah kerja namun hasil dari kerja tersebut tidak dirasakan langsung oleh masyarakat, misalnya, pembangunan infrastruktur.

Selanjutnya, pembangunan infrastruktur dinilai mengambil porsi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang sangat besar tapi tidak memberi dampak langsung yang dirasakan masyarakat.

Karena itu, Fadli Zon menambahkan pembangunan infrastruktur seharusnya memberi multiplier effect, setidaknya terhadap 20 subsektor, mulai dari industri besi, semen, baja, hingga perbankan. Namun, dirinya tidak melihat ada kemajuan di sektor industri.

Selain itu, misalnya sektor industri logam yang justru tumbuh negatif pada kuartal pertama 2017.

“Masa di tengah infrastruktur justru industri logam dasar tumbuh negatif. Dari mana besi dan baja yang digunakan untuk kerangka jembatan, jalan tol, rel kereta api. Dari kita atau bukan,” tegas Fadli Zon.

Bahkan, juga dikatakan Fadli Zon, penyerapan tenaga kerja di sektor konstruksi pun dinilai anjlok dari 8,21 juta orang pada 2015 menjadi 7,98 juta orang pada 2016.

“Artinya terjadi pengurangan 230 ribu orang. Jadi buruh yang diserap dari mana,” kata Fadli Zon.

Sementara, Fadli Zon juga menyinggung adanya ketimpangan di masyarakat yang semakin jauh. Sedangkan, isu penurunan daya beli yang pernah ramai dibincangkan, menurutnya merupakan fakta yang ditemukannya di lapangan. Bahkan, menurut Fadli Zon penurunan daya beli yang dirasakan, terjadi luar biasa.

Selanjutnya, Fadli Zon juga mencontohkan, misal pedagang di Pasar Glodok dan Tanah Abang yang omsetnya menurun sangat tajam, sedikitnya 25 sampai 30 persen.

“Ini bukan sesuatu yang imajiner. Ini justru real yang kami rasakan di masyarakat. Ketika turun ke masyarakat juga kami merasakan bahwa kehidupan susah, cari kerja susah. Belum lagi kalau buka 100 janji Jokowi-JK,” tandas Fadli Zon yang juga Wakil Ketua Umum Partai Gerindra itu.

loading...